Sekilas Info

Selama Masa Pandemi Covid-19, Permintaan Gas Elpiji di Kota Ambon Berkurang

satumalukuID - Permintaan gas elpiji di Kota Ambon maupun beberapa daerah yang selama ini menjadi konsumen menunjukkan tren menurun. Situasi pandemik Covid-19 sejak Maret 2020 jadi salah satu pemicu turunnya permintaan gas elpiji.

"Permintaan dari konsumen yang menjadi langganan kami belakangan ini agak berkurang," kata Pimpinan PT Pemantik Sumber Pratama (PSP) Andre Talahatu, di Ambon, Senin (12/10/2020).

Menurut dia, situasi dan kondisi pada masa pandemi Covid-19 sejak Maret  2020 mempengaruhi penjualan gas elpiji. Permintaan dari konsumen sedikit mengalami penurunan terutama dari perhotelan, restoran, dan sejumlah pedagang makanan yang menggunakan gerobak di pinggir jalan.

Kondisi itu disebabkan konsumen masih memiliki persediaan gas, terutama pedagang gerobak jajanan seperti bakso, soto mie dan lainnya, yang berjualan hanya sampai sore hari, tidak lagi sampai larut malam seperti sebelum adanya pandemi COVID-19.

"Kami memahami kondisi dan situasi sekarang ini," timbal Andre.

Terkait stok yang ada sekarang ini cukup banyak,karena di gudang tercatat 2.000 tabung gas lebih, belum lagi pemasokan dari Surabaya tetap lancar.

Andre mengemukakan, permintaan gas dari kelompok rumah tangga masih tetap normal, dan yang paling terasa berkurang dari perhotelan.

"Kalau restoran sudah mulai ada permintaan. Ini karena di Kota Ambon ada hotel yang digunakan untuk penampungan pasien Covid-19, dan mereka perlu makanan siap saji," ungkapnya.

Kalau permintaan dari kabupaten lain seperti Buru, Buru Selatan, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat maupun Seram Bagian Timur kurang begitu lancar.

Penulis: Jimmy Ayal/ant
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!