Sekilas Info

KASUS KEKERASAN

Kuburan Bocah 7 Tahun di TPU Tial Ambon Dibongkar dan Diotopsi

satumalukuID/Istimewa Prosesi pembongkaran dan otopsi jenazah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Negeri Tial, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Ambon, Sabtu (10/10/2020) pukul 13.00 WIT.

satumalukuID- Penyidik Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, akhirnya membongkar kuburan SFO, bocah 7 tahun yang diduga tewas dianiaya orang tua angkatnya sendiri.

Pembongkaran berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Negeri Tial, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Ambon, Sabtu (10/10/2020) pukul 13.00 WIT.

Berdasarkan informasi yang dihimpun satumaluku.id, menyebutkan, setelah kuburan almarhumah dibongkar, penyidik langsung melakukan otopsi di atas makam tersebut.

Proses otopsi untuk mengetahui penyebab kematian anak malang itu dilakukan Dokter Forensik Arkipus Pamuttu dan dibantu 2 orang pelaksana Personil Bidang Dokes Polda Maluku.

Hadir dalam proses pembongkaran kuburan serta otopsi jenazah tersebut yaitu Kasat Reskrim Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKP Mido Manik dan Kapolsek Salahutu IPTU Djafar Lessy.

Kasubbag Humas Polresta Polresta Pulau dan Pulau-Pulau Lease Ipda Izaac Leatemia yang dikonfirmasi satumaluku.id, membenarkan proses pembongkaran dan otopsi jenazah korban dugaan pembunuhan tersebut.

"Benar. Pembongkaran dan otopsi jenazah berakhir pukul 16.36 WIT," kata Izaac melalui telepon genggamnya, Minggu (11/10/2020).

Setelah proses otopsi selesai, Juru Bicara Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease ini mengaku jenazah almarhumah kemudian kembali dikafankan oleh Imam dan Modim Masjid Baiturrahman Negeri Tial, lalu dimasukan ke liang lahat serta ditutup.

"Pukul 17.00 WIT seluruh rangkaian kegiatan Otopsi selesai. Dan saat ini kami masih menunggu hasil otopsi tersebut," tandasnya.

Untuk diketahui, SFO diduga dianiaya orang tua angkatnya sendiri yaitu EM dan MK. Pasangan suami istri yang merupakan Aparat Sipil Negara (ASN) itu kerap menganiaya korban.

EM adalah pegawai RSUD dr. M. Haulussy Ambon. Dia bertugas sebagai sopir mobil ambulance dan istrinya MK, merupakan oknum ibu guru SD Negeri 82 Ambon. Keduanya sudah diamankan polisi sejak Rabu (7/10/2020).

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang, mengaku, belum mengetahui motif dibalik penganiayaan hingga menyebabkan anak tak berdosa itu meninggal dunia.

Mantan Kapolres Pulau Buru itu melanjutkan, untuk sementara, pelaku disangkakan dengan pasal 170, 340, 338  KUHPidana dengan ancaman pidana selama 20 Tahun.

“Ancaman hukumnya itu nanti kita ketahui dulu dari motifnya seperti apa usai otopsi mayat,” pungkasnya, Kamis (8/10/2020) lalu.

Penulis: Chen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!