Sekilas Info

Gelombang Aksi Penolakan UU Omnibus Law Masih Terjadi di Aru dan Maluku Tengah

satumalukuID/Istimewa Aksi demo Omnibus Law Cipta Kerja di Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (9/10/2020).

satumalukuID- Aksi penolakan terhadap pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja masih terus disuarakan mahasiswa di Kabupaten Kepulauan Aru dan Maluku Tengah, Jumat (9/10/2020.

Di Kepulauan Aru, massa aksi yang merupakan kelompok organisasi kemahasiswaan Cipayung Plus yaitu HMI, GMKI, GMNI, PMKRI dan PMII, menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Aru di Dobo.

Sedikitnya terdapat 5 poin tuntutan sikap yang disampaikan dan ditandatangani oleh masing-masing ketua cabang organisasi yaitu HMI Lutfi Karit, GMKI Robert Ildjuir, GMNI Senen Goulap, PMKRI Mevi Labok dan PMII Sadam Wamir, termasuk Ketua DPRD Aru yakni Udin Belsigway.

Berikut 5 poin tuntutan masa aksi;
1. Turunkan Jokowi dan Ketua DPR RI dan anggotanya.
2. Meminta kepada DPRD Kepulauan Aru secara kelembagaan untuk melakukan Yudisial Review UU Omnibus Law di MK.
3. Menolak UU Omnibus Law.
4. Meminta kepada Presiden RI untuk segera mengeluarkan peraturan pemerintah tentang UU Omnibus Law.
5. Meminta kepada DPRD Kepulauan Aru secara kelembagaan untuk menolak pengesahan UU Omnibus Law dan Cipta Kerja.

Terpisah, aksi penolakan serupa juga berlangsung di Masohi, Kabupaten Maluku Tengah. Massa aksi yang tergabung adalah dari HMI, PMII dan KAMMI.

Aksi demo sempat berlangsung di depan Kantor Bupati. Massa meminta dukungan Pemerintah Daerah untuk menolak UU Omnibus Law-Cipta Lapangan Kerja tersebut.

Dari Kantor Bupati massa bergerak gedung DPRD Maluku Tengah. Setelah berorasi, massa diterima langsung oleh Ketua DPRD Maluku Tengah Fatzah Tuankoto.

Fatzah menyampaikan, terimakasih kepada massa aksi yang telah datang menyuarakan aspirasi. Menurut dia, pihaknya tetap menerima dan akan meneruskan aspirasi massa aksi ke DPR RI.

Aksi yang dikawal Kapolres Maluku Tengah, AKBP Rositah Umasugi ini berjalan aman dan tertib. Kala itu, Rosita meminta para pendemo untuk menyampaikan pendapat secara tertib dan damai. Dia juga meminta massa aksi tidak merusak fasilitas umum yang dapat mengganggu kamtibmas.

Selain melakukan pengamanan, personil Satlantas Polres Maluku Tengah juga diterjunkan untuk melakukan pengalihan atau rekayasa arus lalu lintas, sekaligus melakukan pengawalan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.

"Alhamdulillah, aksi unjuk rasa berlangsung aman dan tertib. Massa pendemo membubarkan diri setelah melakukan mediasi dengan perwakilan dari DPRD. Setelah itu mereka diantar oleh mobil bus dan truck Polres untuk kembali ke rumah masing-masing,” tandasnya.

Penulis: Chen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!