Sekilas Info

Kepala BMKG Imbau Semua Pihak Waspadai Curah Hujan Tinggi

satumalukuID/Istimewa Sekda Maluku Kasrul Selang saat mengikuti Rapat Virtual Koordinasi Nasional Antisipasi Bencana Hindrometeorologi dan Gempa Bumi-Tsunami Tahun 2020-2021, Rabu (7/10/2020).

satumalukuID - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisuka (BMKG), Dwikora Karnawati, menyampaikan jika dampak La Nina dapat memicu curah hujan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi normal. Oleh sebab itu dia menghimbau semua pihak untuk lebih berwaspada.

“Di prediksi akhir tahun ini, anomali suhu muka laut di samudra Pasifik akan mencapai minus 1 derajat Celcius bahkan lebih. Yang artinya mencapai ges atau kondisi moderat,” jelasnya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi Bencana Hindrometeorologi dan Gempa Bumi-Tsunami Tahun 2020-2021, Rabu (7/10/2020).

Pada rapat virtul yang juga dikuti Sekretaris Daerah Maluku Kasrul Selang ini, Dwikora menyampaikan bahwa telah melakukan pengamatan selama dua bulan berturut-turut, fenomena tersebut. Fenomena tersebut diakibatkan adanya anomali negatif suhu muka air air yang akhirnya berdampak terjadinya aliran massa udara basah yang kuat dari arah Samudera Pasifik bahkan tengah Ekuator menuju Kepulaun Indonesia.

“Untuk dampak lanjutan adalah meningkatkan penguapan atau pasokan uap air di wilayah Kepulauan Indonesia, sehingga cura hujan bulanan di wilayah kita meningkat,” paparnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan peta kondisi La Nina, pada Bula September, Oktober dan November mendatang menunjukkan curah hujan bulanan semakin besar bahkan semakin melampaui 40%.

“Di prediksikan mulai bulan Oktober sampai November mendatang dampak La Nina akan mengenai hampir di seluruh wilayah Indonesia, yakni daeah curah hujan intensitas atau curah hujan lebat kecuali di Sumatera,” jelasnya.

Dia turut menyampaikan agar perlunya kewaspadaan terhadap kondisi hujan di atas normal pada bulan Oktober hingga Desember mendatang. Sebab peristiwa tersebut baru diketahui di bulan Oktober.

“Baik dideteksi oleh Amerika, Jepang, Australia dan Indonesia, maka kalo terpaksa mengajak semua pihak untuk bersiap. Ini sudah di depa mata kita, Oktober, November sebagian wilayh Indonesia kecuali Sumatra akan mengalami curah hujan bulanan yang tinggi yakni 40% jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi normal,” terangnya.

Oleh sebab itu, dia katakan perlu segera berembuk untuk bagaimana caranya terwujud zero Victim. Dan selain fenomena La Nina, potensi gempa bumi dan tsunami juga masuk dalam pembahasan Rakornas.

“Tahun 2008 hingga 2016 trednya itu rata-rata dalam satu tahun terjadi 5.000 hingga 6.000 kali gempa. Di tahun 2027 meningkat dari 7.000 kali kejadian gempa bumi dengan berbagai kekutan setiap tahunnya,” jelas Dwikortika.

Di tahun 2018, dia sampaikan trendnya masih mengalami peningkatan yakni 11.920 kali kejadian gempa bumi dengan berbagai kekuatan dalam satu tahun.

“Sebagian besar tsunami di Indonesia di picu oleh gempa bumi, namun berdasarkan data dan fakta menunjukkan bahwa tsunami itu tidak hanya dipicu oleh gempa bumi. Meskipun kurang dari 90% dipicu oleh gempa bumi,” paparnya.

Dia sebutkan, sejak tahun 2018 mulai terjadi kejadian tsunami yang diakibatkan oleh gunung api. Adapun zona-zona rawan tsunami akibat gunung api yakni sebagian besar berada di Indoneisa Timur.

“Seperti di Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, sampai wilayah yang berdekatan dengan Papua Barat. Selain wilayah Indonesia Timur, salah satu wilayah khusus rawan tsunami ada di selat Sunda. Oleh sebab itu saya berharap melalui rakornas ini kami bersama dengan kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah dapat mengindentifikasi berbagai masalah, terutama terkait GAP antar pusat da daera yang menjadi kendala untuk mewujudkan efektivitas mitigasi dalam mewujudkan zero victim,” harapnya.

Dwikortika menambahkan untuk target dan tujuh Rakornas tersebut dapat menyusun langkah-langkah rencana aksi bersama dalam mewujudkan zero victim sebelum rakornas tersebut berakhir,” pungkasnya.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!