Sekilas Info

Jaksa Tuntut Tiga Pembawa Bendera RMS di Mapolda Maluku Selama 4 dan 3 Tahun Penjara

satumalukuID/Chen Toisuta Hakim ketua Ahmad Hukayat (tengah), Christina Tetelepta (kiri) dan Hamza Kailul (kanan).

satumalukuID- Sidang tuntutan kasus permufakatan makar dengan tiga terdakwa yang merupakan aktivis separatis Front Kedaulatan Maluku (FKM) Repoblik Maluku Selatan (RMS), berlangsung virtual di Pengadilan Negeri Ambon, Kota Ambon, Kamis (1/10/2020).

Terdakwa Abner Litamahuputty (44), Simon Viktor Taihuttu (56), dan oknum PNS Janes Pattiasina (52), tiga simpatisan separatis RMS ini, dituntut hukuman 3 sampai 4 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku.

Abner yang merupakan Wakil Ketua Perwakilan Tanah Air RMS dituntut 4 tahun penjara. Sementara Simon, bertindak sebagai juru bicara RMS dan Janes sekretaris Perwakilan Tanah Air RMS, masing-masing 3 tahun penjara.

Tiga terdakwa tersebut diamankan saat membawa dan membentangkan bendera RMS dengan cara berjalan kaki memasuki Markas Polda Maluku, Kota Ambon, Sabtu (25/4/2020) lalu.

Tuntutan tiga terdakwa dibaca secara bergantian oleh JPU Kejati Maluku, yakni Awaluddin, J. W. Pattiasina dan Augustina Ubleuw. Sidang tuntutan dipimpin hakim ketua Ahmad Hukayat. Ia didampingi dua anggotanya; Christina Tetelepta dan Hamza Kailul.

Semi Waileruni, pengacara dari tiga terdakwa yang diduga melanggar Pasal 110 ayat 1 ke-1 tentang permufakatan makar ini, kepada hakim mengajukan pembelaan atas tuntutan JPU.

"Ajukan pembelaan yang mulia. Kami minta waktu satu minggu," kata Semy menjawab pertanyaan hakim ketua.

Atas permintaan pembelaan dari tiga terdakwa, majelis hakim kemudian menunda sidang hingga Kamis (7/10/2020) mendatang.

"Kita tunda sampai tanggal 7 Oktober dengan agenda pembelaan," ucap Ahmad.

Sementara itu, JPU Augustina Ubleuw mengaku, hanya Abner yang dituntut 4 tahun karena dia sebelumnya juga sudah melakukan hal yang sama.

"Karena dia ini merupakan residivis di kasus yang sama. Ini yang memberatkan dia," kata Ella, sapaa JPU tersebut.

Penulis: Chen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!