Sekilas Info

Divonis Ringan Keluarga Sepuluh Terdakwa Perampas Jenazah Korona Berfoto Ria di Depan PN Ambon

satumalukuID/Chen Toisuta Keluarga 10 terdakwa pengambilan jenazah pasien Covid-19, berfoto ria di depan kantor Pengadilan Negeri Ambon.

stumalukuID- Belasan orang, keluarga dari sepuluh terdakwa kasus perampasan jenazah Covid-19 di Kota Ambon, terlihat begitu senang. Sebab, ibu, ayah, kakak dan keluarga mereka divonis ringan oleh majelis hakim. Bahkan, tinggal 10 hari lagi, sepuluh terdakwa itu akan dibebaskan.

Atas vonis putusan ringan oleh majelis hakim, sejumlah keluarga terdakwa kemudian mengabadikan momen itu dengan berfoto ria bersama para pengacara mereka di depan kantor Pengadilan Negeri Ambon, Kota Ambon, Kamis sore (1/10/2020).

"Kami senang, karena hakim menjatuhkan hukuman yang ringan," kata salah satu kerabat terdakwa penuh haru.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan ini diketuai Ahmad Hukayat. Dia dibantu dua anggotanya yaitu Jenny Tulak dan Feliks Wiusam. Dalam amar putusan, majelis hakim menyatakan para terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Kekarantinaan Kesehatan secara bersama-sama, sebagaimana diatur dalam pasal 93 UU No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Terhadap 10 terdakwa tersebut, yang terdiri dari 7 laki-laki yaitu AM, MHL, SB, SOT, BS, HOA, dan MST, divonis bersalah selama 3 bulan, 15 hari penjara. Sementara untuk tiga perempuan yakni HS, NI dan Y, selama 1 bulan, 10 hari.

"Memerintahkan, agar terdakwa tetap ditahan dalam tahanan," pinta Ketua Majelis Hakim, Ahmad Hukayat saat membacakan amar putusannya.

Putusan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa sebelumnya yaitu 4 bulan kurungan penjara. Atas vonis putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ambon, maupun pengacara dari 10 terdakwa mengaku dihadapan hakim menerimanya.

"Kalau dari putusan hakim, maka para terdakwa hanya akan menjalani sisa masa tahanan selama 10 hari saja, karena dipotong masa tahanan," kata pengacara Adam Hadiba usai persidangan.

Putusan hakim yang lebih ringan tersebut, membuat belasan anak maupun keluarga dari para terdakwa merasa senang. Bahkan mereka mengabadikan momen itu dengan berfoto ria di depan kantor Pengadilan.

Untuk diketahui, sepuluh terdakwa itu merampas jenazah almarhum HK (56), yang meninggal dunia setelah dinyatakan terpapar Covid-19.

Aksi perampasan terjadi setelah jenazah almarhum hendak dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Hunuth, Kota Ambon, Jumat (26/6/2020) lalu.

Di tengah perjalanan sore itu, massa kemudian melakukan pencegatan mobil pembawa jenazah almarhum dari RSUD dr. M. Haulussy Ambon. Pencegatan berlangsung tepat di jalan tanjakan Jenderal Sudirman, Desa Batu Merah Ambon.

Penulis: Chen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!