Sekilas Info

Lagi, Satu Tersangka Dugaan Korupsi PLTMG Namlea Dibebaskan Kejati Maluku

satumalukuID/Freepik.com Ilustrasi korupsi

satumalukuID- Dua tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) milik PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Maluku, yaitu Ferry Tanaya dan Abdul Gafur Laitupa, dibebaskan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

Ferry bebas setelah gugatannya dalam sidang praperadilan di Pengadilan Tipikor Ambon, dikabulkan hakim Rahmat Selang, Kamis (24/9/2020) lalu. Sedangkan Abdul, dikeluarkan Selasa malam (29/9/2020). Ini setelah usulan penangguhan penahanan tersangka dengan alasan sakit, dikabulkan Kajati Maluku, Rorogo Zega.

Penasehat hukum tersangka Abdul yaitu Rosa Tursina Nukuhehe, mengatakan, penangguhan penahanan sudah dibuat keluarga tersangka sejak 7 September 2020.

"Kalau pihak pengacara sendiri sudah diminta untuk menunjukan permohonan, cuman kita fokus sama Pra (praperadilan). Tiba tiba tadi malam jam 8 lewat pak Gafur telepon katanya Kejaksaan datang mau keluarkan," kata Rosa kepada wartawan di Pengadilan Negeri Ambon, Kota Ambon, Rabu (30/9/2020).

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas (Kasi Penkum) Kejati Maluku, Samy Sapulette, membenarkan dikeluarkannya tersangka Abdul dari rumah tahanan Polda Maluku di Tantui.

"Saya baru saja cek memang benar yang bersangkutan ditangguhkan penahanannya karena sakit," kata Samy dihubungi satumaluku.id melalui telepon genggamnya, sore tadi.

Untuk diketahui, Abdul ditetapkan bersama Ferry sebagai tersangka. Mereka kemudian menjalani pemeriksaan di Kejati Maluku sejak pagi pukul 09.30 WIT sampai pukul 16.00 WIT, Senin (31/8/2020).

Setelah usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, mereka yang didampingi kuasa hukum masing-masing, kemudian dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon, sore itu.

Penulis: Chen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!