Sekilas Info

Tokoh Muda Maluku: Separatisme adalah Isu yang Sudah Usang

satumalukuID/Istimewa M. Asrul Pattimahu, MA.

satumalukuID - Salah satu tokoh muda Maluku, M. Asrul Pattimahu, MA., menegaskan, isu separatisme di Maluku adalah isu yang sudah usang.

"Separatisme di Maluku yang diwakili oleh RMS, tidak prospektif, tidak punya masa depan," ujar Asrul yang ikut bersama sejumlah tokoh Maluku menyampaikan himbauan, di Ambon, Selasa (29/9/2020), agar masyarakat di daerah ini tidak tidak terpengaruh dengan isu-isu separatis, Republik Maluku Selatan (RMS) yang sengaja dimainkan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab.

Mahasiswa Program Doktor pada Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) ini berpendapat, pertama tidak ada figur sentral, kedua tidak ada basis ideologis dalam hal ide dan gagasan untuk pendirian RMS.

"Saya secara pribadi menganggap RMS bukan sebuah ancaman ideologis terhadap NKRI, karena itu hanya kelompok sempalan-sempalan saja, yang memang faktornya bisa bermacam-macam, tapi kesungguhan untuk mendirikan negara sendiri," tuturnya.

Tak saja itu, Asrul menilai, RMS adalah organisasi yang tidak punya prospek, tidak punya masa depan.

"Lagian kita sudah 75 tahun lebih merdeka, harmonisasi orang Maluku dengan Indonesia sudah menjadi satu kesatuan yang utuh. Sudah tidak lagi bisa kita pisahkan. Dapat kita lihat dengan tumbuhnya nasionalisme ke Indonesian kita di Maluku. Ini suatu problem yang sudah tuntas," tandasnya.

Bagi Asrul, tidak perlu lagi masyarakat Maluku dalam pikirannya untuk membangun negara sendiri. Sebab masyarakat Maluku sudah lama membangun jalinan hubungan yang harmonis dengan berbagai macam suku dan etnis di Indonesia ini.

"Harmonisnya hubungan antar suku ini, menjadi satu kesatuan yang utuh," tutup Asrul yang juga pengajar pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon ini.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!