Sekilas Info

Ratusan Kubik Kayu Merbauw dari Kepulauan Aru Diamankan di Surabaya, Sejumlah Perusahaan Diperiksa

satumalukuID/Pixabay.com Ilustrasi hutan

satumalukuID- Tim Penegakan Hukum (Gakkum) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mengamankan ratusan kubik kayu jenis merbauw di Kota Surabaya, Jawa Timur. Kayu-kayu diduga ilegal itu berasal dari Kabupaten Kepulauan Aru.

Berdasarkan informasi yang dihimpun satumaluku.id, terkait penangkapan ratusan kubik kayu beberapa waktu lalu itu, tim Gakkum LHK kemudian menyambangi kabupaten berjuluk Jargaria tersebut, Kamis (24/9/2020).

Kedatangan tim penyidik ini langsung melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) di sejumlah daerah seperti di Desa Taberfane, Lutur, dan Jursiang yang berada di Pulau Kobror.

Selain pulbaket, sejumlah pengusaha yang diduga berasal dari tiga perusahaan seperti UD. Cendrawasih Lestari, Muara Tanjung, dan Rahmah, juga diperiksa di Sinar Harapan Hotel, Dobo, Ibukota Kabupaten Kepulauan Aru.

Kegiatan penyidikan tersebut dilakukan setelah tim Gakkum LHK mengamankan ratusan kubik kayu dari atas KM. Asia Ship, beberapa waktu lalu di Surabaya.

Pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik untuk memastikan kesesuaian perijinan yang dimiliki setiap perusahaan sehingga terjadinya pengiriman antar pulau tersebut.

Kepala Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA), Kabupaten Kepulauan Aru, Timo Elwarin, yang dikonfirmasi satumaluku.id dari Ambon, membenarkan adanya pemeriksaan sejumlah pengusaha kayu di Hotel Sinar Harapan.

"Benar (dilakukan pemeriksaan terhadap tiga perusahaan) mereka sudah pulang, sudah balik tadi," kata Timo melalui telepon genggamnya, Selasa (29/9/2020).

Timo, yang mendampingi para penyidik dari LHK ini belum dapat memastikan berapa banyak kayu milik tiga perusahaan tersebut yang diamankan di Surabaya.

"Kalau yang milik Muara Tanjung itu ada sekitar 153 kubik. Ada juga yang lain," kata Timo yang mengaku belum mengetahui milik dua perusahaan lainnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, Sadli Ie, mengaku tidak mengetahui adanya kedatangan tim Gakkum LHK ke Aru untuk memeriksa sejumlah pengusaha.

"Tidak tahu. Dong (mereka/Gakkum LHK) seng (tidak) informasikan ke kami (Dinas Kehutanan Maluku)," kata Sadli via tele;on selulernya, Selasa (29/9/2020).

Kendati demikian, Sadli mengaku tim Gakkum LHK hanya meminta tenaga ahli untuk memberikan keterangan seputar kasus tersebut.

"Kalau mereka minta tenaga untuk memberikan keterangan ahli, ada. Tapi kalau soal mereka mau periksa, mereka tidak pernah berkoordinasi ke sini," tandasnya.

Sumber lainnya mengaku, tim penyidik dari LHK akan kembali lagi ke Aru, jika kasus dugaan ilegal loging tersebut naik status dari penyelidikan ke penyidikan.

Penulis: Chen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!