Sekilas Info

Kajati Maluku Sebut Tak Tertutup Kemungkinan Ada Tersangka Baru di Kasus Bank Maluku

satumalukuID/Chen Toisuta Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Rorogo Zega.

satumalukuID- Kasus reverse repo obligasi Bank Maluku kepada PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Securitas tahun 2014 senilai Rp.238,5 miliar, hingga kini masih menunggu hasil audit kerugian negara dari BPKP Perwakilan Maluku.

Kasus yang diduga merugikan negara sebesar ratusan miliar rupiah itu telah menjerat dua orang tersangka. Yaitu Idrus Rolobessy dan Izaac Thenu. Namun tidak menutup kemungkinan ada tersangka lainnya.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Rorogo Zega, menjelaskan, saat ini pihaknya masih terus melakukan penyidikan sambil menunggu perhitungan kerugian keuangan Negara dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Maluku.

Mantan Kepala Kejari Ambon ini mengaku dalam kasus itu, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka baru, menyusul dua tersangka sebelumnya.

"Sementara ini baru dua. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru. Bisa saja, bisa saat penyidikan ataupun fakta baru, bisa terungkap saat persidangan nanti," kata Rorogo Zega ditemui wartawan di depan pintu Kejati Maluku, Kota Ambon, Selasa (29/9/2020).

Lantas bagaimana dengan nama lain seperti Willem Patty yang saat itu menjabat Direktur Pemasaran Bank Maluku. Dia diduga sangat mengetahui alur transaksi repo dengan PT. AAA Securitas. Di mana transaksi itu dilakukan sejak tahun 2011 silam.

Willem Patty juga disebut merupakan pihak yang sangat mengetahui kejahatan Andre Rukminto, Direktur PT. AAA Securitas yang tidak lagi mampu membayar ke Bank Maluku atas transaksi saham tersebut.

"Nah, nanti lihat ya. Kita masih menunggu perhitungan di BPKP. Yang tegasnya, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru," tutup dia.

Untuk diketahui, penyidik saat ini baru menetapkan dua tersangka dalam kasus transaksi surat-surat berharga tersebut. Mereka adalah, Idris Rolobessy mantan Dirut Bank Maluku dan rekannya Izack B Thenu, mantan Dirut Kepatuhan.

Keduanya disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUHP.

Penulis: Chen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!