Sekilas Info

Satu Oknum Brimob Pengeroyok Dua Orang Warga di Tanimbar Kembali Dibui

satumalukuID/Istimewa Korban pemukulan sedang dibantu warga.

satumalukuID- Polres Maluku Tenggara Barat (MTB/Kepulauan Tanimbar) kembali menetapkan satu oknum Brimob Kompi 3 Batalyon C Pelopor Polda Maluku berinisial MR sebagai tersangka kasus pengeroyokan dua orang warga, hingga bersimbah darah.

Kasus yang menjadi atensi Kapolda Maluku itu, sudah menjerat 3 orang tersangka. Adalah SA, AG dan terakhir yaitu MR. Sementara Komandan Kompi mereka yang diduga ikut menganiaya Timotius Fanumbi dan Marsianus Fanumbi tersebut, masih sebagai saksi.

"Danki sudah diperiksa. Statusnya masih saksi," kata Kapolres MTB AKBP. Romi Agusriansyah saat dihubungi satumaluku.id dari Ambon, Senin (28/9/2020).

Selain telah melakukan pemeriksaan terhadap Komandan Kompi (Danki), perwira menengah berpangkat dua melati di pundaknya ini juga mengaku sudah menahan seorang tersangka lainnya.

"Tiga sudah saya tahan. MR, (SA dan AG). Sudah kita tahan di rutan Polres. Kan di Brimob tidak ada rutan," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Komandan Satuan Brimob Polda Maluku, Kombes Pol. Muhammad Guntur, saat dikonfirmasi satumaluku.id, Jumat malam (25/9/2020) membenarkan adanya kasus penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum Brimob tersebut.

“Oknum itu. Kita berupaya selesaikan secara kekeluargaan, tapi kalau memang keluarga korban termasuk korban tidak mau ya tidak ada masalah, kita tetap proses,” kata Guntur.

Perwira tiga melati di pundaknya ini mengatakan, meski upaya damai sudah berjalan di Polres KKT, pihaknya tetap menindak oknum-oknum tersebut sesuai prosedur internal Polri.

“Walaupun proses damai di Polres berjalan, kita tetap melakukan upaya penindakan disiplin terhadap anggota di internal. Tetap kita akan periksa melalui provos kita dan kita proses sesuai dengan prosedur yang berlaku di internal kesatuan,” tegasnya.

Guntur mengaku, sejumlah oknum tersebut sudah diperiksa di Polres. Dirinya juga sudah memerintahkan Danki untuk segera menahan para oknum itu.

“Saya sudah perintahkan ke Danki segera ditahan. Kita mau periksa di Ambon tapi tidak bisa karena tidak ada perhubungan. Karena kan Covid-19 perhubungan di Tanimbar sementara ditutup karena kebijakan pemerintah daerah. Jadi kita tetap proses,” tandasnya.

Penulis: Chen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!