Sekilas Info

KASUS PENGANIAYAAN

Komandan Kompi Brimob di Saumlaki Iptu Thenu Akan Diperiksa, Dia Mengaku Hanya Menampar Korban

satumalukuID – Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Romi Agusriansyah sudah memberi sinyal Komandan Brimob Kompi 3 Batalyon C Pelopor Polda Maluku di Saumlaki Iptu A. Thenu juga akan diperiksa terkait kasus pengeroyokan dua warga Desa Olilit kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jumat (25/9).

"Untuk komandan kompi, kami sudah berkoordinasi dengan Komandan Satuan Brimob Polda Maluku. Nanti pemeriksaannya akan dilakukan oleh tim dari Polda," kata AKBP Romi Agusriansyah, Sabtu (26/9/2020).

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Kamis malam (24/9/2020), Timotius Fanumbi dan Marsianus Fanumbi dikeroyok sejumlah oknum anggota Brimob. Mereka bersimbah darah setelah dihajar secara bertubi-tubi. Mirisnya, dua saudara ini juga dianiaya saat berada di Markas Brimob. (Baca: Dua Pemuda Bersaudara di Tanimbar Dikeroyok Oknum Brimob Hingga Bersimbah Darah)

Kapolres tidak menjelaskan lebih jauh tentang dugaan keterlibatan Iptu A. Thenu dalam kejadian yang saat ini mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Dia hanya mengatakan, Kapolda Maluku menaruh perhatian besar terhadap kasus ini. Artinya tidak menutup kemungkinan terhadap adanya pelaku lain yang akan ditetapkan, setelah sebelumnya sudah dua oknum angora Brimob pelaku penganiayaan ditetapkan sebagai tersangka.

"Proses ini sedang berjalan dan kami masih kembangkan lagi dengan memeriksa sejumlah pihak," timpalnya.

Komandan Brimob Kompi 3 Batalyon C Pelopor Polda Maluku di Saumlaki Iptu A. Thenu, kepada wartawan di Saumlaki, Jumat (25/9/2020) juga bergeming tidak melakukan kesalahan. Dia menjelaskan korban sudah mengalami penganiayaan dan berdarah saat dibawa ke markas Brimob. Dia mengaku tidak memukul korban, namun hanya menampar.

Tetapi sejumlah saksi mata mengaku melihat Iptu A. Thenu tidak hanya menampar, tetapi juga menendang kedua korban penganiayaan yang sudah mengalami penganiayaan oleh sejumlah anggota Brimob tersebut. Hal itu dia lakukan saat kedua korban yang sudah babak belur dibawa para oknum ke Markas Brimob setempat.

Dugaan keterlibatan Iptu Thenu menyebabkan banyak pihak mendesak agar Komandan Brimob Kompi 3 di Saumlaki tersebut diperiksa dan diproses hukum serta dicopot dari jabatannya, termasuk dari Gereja Katolik Keuskupan Amboina. (Baca: Gereja Katolik Keuskupan Amboina Kecam Tindakan Pengeroyokan Oknum Brimob pada Warga di Saumlaki).

Baca Juga

error: Content is protected !!