Sekilas Info

PILKADA 2020

Genderang “Perang” Mulai Ditabuh, Partai Golkar Siap Hadang PDIP di Pilkada Maluku

satumalukuID/Freepik.com Hand drawing illustration of election concept

satumalukuID- Genderang "perang" mulai ditabuh dua partai besar di Indonesia, khususnya di Provinsi Maluku. Adalah Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Kemarin, Gubernur Maluku sekaligus Ketua DPD PDIP Maluku telah menyatakan sikap untuk turun gunung memenangkan semua Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati, setelah mengetahui pos-pos Golkar sudah terbentuk.

Juru bicara partai Golkar Maluku, Subhan Pattimahu, mengatakan, sebagai salah satu partai terbesar dan sangat menentukan arah angin politik dan pembangunan bangsa ini, Golkar Maluku menyatakan dalam kondisi prima.

Di bawah komando Ramli Umasugi, Golkar Maluku telah siap untuk menyapu bersih kemenangan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Kabupaten Buru Selatan, Seram Bagian Timur, Kepulauan Aru dan Maluku Barat Daya.

Menurutnya, proyeksi kemenangan 60% sebagai target nasional tentu menjadi sebuah tujuan. Konsolidasi Partai Golkar telah berjalan sampai pada tingkat bawah.

"Semua instrumen Politik telah kami siapkan. Posko-posko pemenangan sementara dipersiapkan di semua tingkatan," terangnya kepada satumaluku.id, Minggu (27/9/2020).

Subhan mengaku, Ketua DPD Golkar Maluku Ramly Umasugi dalam setiap pertemuan menegaskan kepada semua pimpinan fraksi dan anggota, baik pada tingkatan Provinsi dan kabupaten/kota, kader dan simpatisan partai untuk bekerja memenangkan pasangan yang diusung.

"Menanggapi pemberitaan di beberapa media terkait pernyataan Gubernur Maluku, kami partai Golkar merasa senang jika Ketua DPD PDIP Maluku mau turun gunung, sehingga rakyat juga bisa merasakan sentuhan gubernur mereka toh. Karena kalo kelamaan di gunung juga kasihan rakyatnya," tutur Subhan.

Partai Golkar, lanjut dia, hanya mengingatkan bahwa dalam hal berpolitik harus mempunyai strategi yang matang agar tidak terjadi skakmat dalam mempertarungan dunia politik.

"Strategi politik itu hadir karena sebuah seni bukan karena sebuah emosi. Politik itu tidak jahat, hanya saja membuat manusia bisa meninggal dunia akibat tidak siap dalam bertarung kancah politik," tandasnya.

Penulis: Chen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!