Sekilas Info

LAWAN COVID 19

Pemetaan Zonasi, Strategi Satgas Baru Memutus Penyebaran Covid-19 di Maluku

satumalukuID/Istimewa Kepala Dinas Kesehatan Maluku dr. Meykal Pontoh (kanan).

satumalukuID- Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Maluku, akan berganti nama baru yakni Satuan Tugas (Satgas). Namun kerjanya masih sama yakni berupaya memutus mata rantai penyebaran virus korona itu.

Kepala Dinas Kesehatan Maluku dr. Meykal Pontoh, pada pertemuan optimalisasi pelayanan kesehatan Provinsi Maluku di Swissbell Hotel, Kota Ambon, Rabu (23/9/2020), mengatakan, saat ini tidak ada lagi Gugus Tugas melainkan Satgas.

"Mungkin setelah pembentukan Satgas di tingkat provinsi, akan ditindaklanjuti ke Satgas Kabupaten/Kota," kata Pontoh.

Ke depan, lanjut Pontoh, strategi dalam upaya menurunkan angka kesakitan Covid-19 di daerah dilakukan dengan cara penerapan langkah-langkah pemetaan zonasi.

Zonasi yang diterapkan menggunakan 15 indikator. Ini sesuai dengan yang sudah ditetapkan BNPB. Belasan indikator itu salah satunya dinamakan Bersama Lawan Covid (BLC).

Awalnya, kata Pontoh, BLC masuk pada model pelaporan. Namun sekarang, sudah dirubah metode laporannya menjadi All Record. Di mana, masing-masing kabupaten/kota terdapat dua orang pemegang password, yaitu Admin dan Operator.

"Admin dan Operator sudah dilatih. Hingga bisa mengentry setiap laporan atau kejadian positif seperti pasien yang terkonfirmasi dan sebagainya. Agar supaya peraturan kita tertib," katanya.

Selain itu, lanjut Pontoh, peran BPJS.  Biasanya, BPJS bukan menjadi sandungan tetapi khususnya dalam hal Pembayaran Klaim atau Pengajuan Klaim Covid-19. Bila terdapat kekurangan fasilitas rumah sakit, maka pembayaran klaim bisa dimanfaatkan.

"Ada kekurangan fasilitas di rumah sakit seperti APD, itu bisa kita gunakan dengan memanfaatkan pembayaran klaim yang sudah dibayarkan oleh pemerintah pusat melalui rekening masing-masing rumah sakit," tuturnya.

Penulis: Chen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!