Sekilas Info

Selundupkan Merkuri 200 Kilogram, Pasangan Suami Istri di Waiheru Ambon Diciduk Polisi

satumalukuID/Chen Toisuta Barang bukti merkuri ditunjukkan saat ekspose oleh pihak kepolisian.

satumalukuID- LAL dan WJ, dua pasangan suami istri yang bermukim di Waiheru, Kota Ambon, harus mendekam di penjara. Mereka hendak menyelundupkan bahan kimia merkuri seberat 200 Kg.

Pria 40 tahun dan istrinya berusia 42 tahun ini ditangkap aparat Polsek Leihitu dibawa pimpinan Kapolsek Iptu Julkisno Kaisupy, di depan Mapolsek Leihitu, Desa Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Penggerebekan sebenarnya sudah berlangsung sejak Minggu (23/9/2020) dini hari atau pada pukul 01.00 WIT.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang, mengaku, pengungkapan cairan kimia pengolahan emas ini setelah pihaknya mendapat informasi dari warga. Kabar yang didapat, ratusan kilogram merkuri akan diselundupkan ke tempat tinggal pasangan suami istri tersebut, setelah diangkut dari pantai Desa Ureng, Kecamatan Leihitu.

Berdasarkan informasi tersebut, Polsek Leihitu kemudian melakukan pencegatan di depan Polsek Leihitu dan berhasil mengamankan kedua pelaku yang sementara mengangkut ratusan Merkuri dengan menggunakan mobil.

Ratusan merkuri, cairan kimia hasil pengolahan material batu cinnabar ini  diangkut menggunakan 1 unit mobil Avanza DE 1241 AO.

"Rute mobil akan ke kediaman mereka di Waiheru dengan melewati Polsek Leihitu. di dalam mobil berisi 25 botol plastik berisi markuri yang beratnya sekitar 200 Kg," kata mantan Kapolres Pulau Buru ini.

Dari hasil interogasi yang dilakukan penyidik, dua pelaku mengaku merkuri tersebut diperoleh dari dusun Tuhulesy, Desa Ureng, Kecamatan Leihitu.

"Mereka ini pemain lama, adanya covid ini dijadikan kesempatan mereka dalam menyelundupkan barang ini, jadi saat petugas lengah mereka beraksi," kata dia.

Suami istri itu, lanjut Kapolresta, telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rumah tahanan Polresta Pulau Ambon di Kota Ambon.

"Mereka terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara," tandasnya.

Penulis: Chen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!