Sekilas Info

Mantan Pejabat dan Bendahara Desa Tayando Yamru Tual Dibui, Diduga Tilep Dana Desa Rp.704 Juta

satumalukuID/Freepik.com

satumalukuID- Penyidik Satreskrim Polres Maluku Tenggara, akhirnya menetapkan mantan pejabat Kepala Desa Tayando Yamru, Din Rahajaan dan bendaharanya Ridwan Kabakoran, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) setempat tahun 2018 dan 2019 lalu.

Dua mantan pejabat Desa Tayando Yamru, Kecamatan Pulau Tayando Tam, Kota Tual itu, diduga tilep anggaran DD dan ADD selama dua tahun hingga merugikan negara sebesar Rp.704.296.400.

Keduanya saat ini telah ditahan penyidik di rumah tahanan Polres Maluku Tenggara. Mereka dibui setelah disangkakan menggunakan pasal Tindak pidana Korupsi dan atau penggelapan dalam jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) Junto Pasal 3 Junto Pasal 8 Junto Pasal 18 undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 yang diubah dengan undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Junto Pasal 64 ayat (1) Pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHPidana.

"Pada hari Senin (21/9/2020) penyidik unit Tipidkor melakukan penangkapan dan penahanan terhadap tersangka dengan kerugian Negara sebesar Rp.704.296.400," kata Kasat Reskrim Polres Maluku Tenggara, Iptu. H. Siompo kepada satumaluku.id, via selulernya, Selasa (22/9/2020).

Siompo menjelaskan, penyelidikan perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) anggaran DD dan ADD Tayando Yamru tahun anggaran 2018 dan 2019 dinaikan statusnya ke penyidikan setelah dilakukan gelar perkara di ruang rapat unit PPA Polres Maluku Tenggara pada 11 September 2020, pukul 20.15 WIT lalu.

"Rekomendasi gelar bahwa perkara tersebut dapat dinaikan ke penyidikan dan menetapkan tersangka yaitu mantan Pejabat Kepala Desa dan mantan Bendahara Desa Tayando Yamru. Alat bukti yang diperoleh penyidik antara lain Saksi, Surat, Ahli dan Petunjuk," katanya.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Siompo mengaku pada Senin (21/9/2020) pukul 14.00 WIT, pihaknya kembali melakukan pemeriksaan kepada kedua terlapor sebagai tersangka.

"Dua tersangka ditetapkan dengan surat penetapan Nomor : S.TAP /48/IX/ 2020/Reskrim, tanggal 21 September 2020, dan Nomor : S.TAP/49/ IX/2020/Reskrim, tanggal 21 September 2020," jelasnya.

Sebelum dijebloskan ke penjara, Siompo mengaku kedua tersangka terlebih dahulu menjalani protokol kesehatan yaitu pemeriksaan rapid test.

Foto: Dua tersangka korupsi menggunakan pakai warna gelap. (Istimewa)

Penulis: Chen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!