Sekilas Info

Istri Kadispera Aru Sebut Bupati Tanda Tangan Persetujuan Cerai Tanpa Prosedur

satumalukuID/Freepik.com

satumalukuID- Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat (Kadispera) Kabupaten Kepulauan Aru, Umar Ruly Londjo, digrebek Habiba Yapono, istrinya sendiri di salah satu hotel di Jalan Setiabudi, Kawasan Belakang Soya, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (19/9/2020) lalu.

Usai menggerebek suami, Habiba mencari keadilan. Pasalnya, Bupati Kepulauan Aru, Johan Gonga disebutnya telah menandatangani surat persetujuan cerai tanpa melalui prosedural sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 tahun 1990.

Kepada wartawan di Ambon, Senin (21/9/2020), Habiba menyampaikan rasa herannya. Sebab, pada 1 September 2020 suaminya mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama tanpa prosedur jelas sebagai Aparat Sipil Negara (ASN), sesuai PP No 45 tahun 1990 tentang ijin perkawinan dan perceraian bagi ASN.

“Surat permohonan cerai itu tidak disampaikan pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Aru kepada saya, informasinya tidak melalui BKD tapi langsung ditanda tangani Bupati, tanpa prosedur sesuai PP 45 itu,” ungkap Habiba.

Semestinya, tambah Habiba, Bupati Johan Gonga, memanggil dirinya untuk diproses sesuai aturan PP 45 tersebut. Sayangnya, hal itu tidak dilakukan.

“Saya tidak dipanggil Bupati saya tanya ke istri Bupati jawabannya katanya sudah sesuai aturan dan prosedur, padahal saya sama sekali tidak diminta keterangan apapun,” terangnya.

Habiba berharap keadilan dapat berpihak kepadanya. Dia juga berharap dapat mendapatkan haknya dan anak-anaknya bisa hidup tenang.

“Hak untuk dinafkahi terutama untuk anak-anak saya, karena atas perbuatan bapaknya ini, anak-anak saya mengalami dampak psikologis, dia bahkan mengancam mereka untuk tidak lagi disekolahkan, hilang moralnya sebagai bapak,” sebutnya.

Habiba mengaku telah mengirimkan surat kepada Menteri Dalam Negeri, Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, Komnas Perempuan, Gubernur Maluku, Komnas HAM dan P2TP2A Maluku untuk mencari keadilan atas nasibnya dan kedua anaknya.

Kasus seperti itu, lanjut Habiba, bukan baru pertama kali. Dia sering diselingkuhi suaminya itu dengan beragam wanita idaman lain. Yang terakhir, suaminya bersama seorang wanita berinisial AH.

“Kami mengikutinya hingga hotel dan kata manajer hotel tidak bisa berikan nomor kamar, jadi saya lapor ke Polres Ambon tapi kami disuruh lagi ke Polsek Sirimau, lalu saya bawa polisi ke hotel itu, tapi karena sudah direkayasa ya kami tidak temukan perempuan tersebut padahal terlihat jelas keduanya naik secara bergiliran ke hotel di kawasan Belakang Soya itu,” kata Habiba.

Habiba yang juga merupakan ASN di lingkungan Provinsi Maluku itu mengaku kerap diselingkuhi suaminya meski telah dikaruniai dua orang anak. Suaminya juga sering ringan tangan jika sudah tepergok sedang berselingkuh.

Hingga berita ini diterbitkan, Bupati Johan Gonga dan Kadispera Kepulauan Aru, Umar Londjo belum berhasil dikonfimasi.

Penulis: Chen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!