Sekilas Info

IN MEMORIAM

Filipus Atihuta, Sosok Dokter, Akademisi, Politisi dan Pengusaha Itu Telah Tiada

satumalukuID/Foto Dokumen Marjorie Wairisal Dokter F. Atihuta (kanan) bersama sahabat masa remaja di Saparua dan rekan akademisi di kampus Unpatti, Prof drh Wairisal ((kiri).

satumalukuID - Pada era 1970 an hingga 1990 an nama dokter ini sangat dikenal luas di Kota Ambon dan sekitarnya. Beliau adalah dokter Filipus Atihuta. Yang oleh sahabat dan kerabat dekatnya disapa om Ipus, pak Ipus atau oleh mahasiswa Unpatti disebut pak Atihuta.

Beliau dikenal karena bukan saja berprofesi dokter praktek. Namun juga sebagai akademisi Unpatti, politisi dan pengusaha yang pernah sukses.

Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Hasanudin (Unhas) ini, pada sekitar pukul 01.15 Minggu dinihari 20 September 2020 telah meninggal dunia pada usia 85 tahun karena sakit di rumahnya kawasan Rumah Tiga Ambon.

Lelaki asal Pulau Saparua kelahiran 15 Februari 1935 tersebut meninggalkan istri dan lima orang anak. Dua orang anaknya mengikuti jejak beliau berprofesi sebagai dokter.

"Papa meninggal karena sakit lantaran sudah usia lanjut. Papa dirawat di rumah saja hingga menghembuskan nafas terakhirnya. Rencana pemakaman hari Selasa nanti," ungkap Jeles Atihuta, anaknya yang kini bertugas di RSUD Haulussy Ambon kepada satumaluku.id, Minggu (20/9/2020).

Sosok ayahnya menurut Jeles adalah seorang pekerja keras, disiplin dan cinta daerah. "Papa didik kami dengan disiplin. Itu sifat beliau. Papa juga orang yang cinta daerah. Papa cerita sebenarnya sudah diminta jadi dosen di almamaternya FK Unhas. Tapi sahabat papa om Los Nanlohy yang jadi Rektor Unpatti pertama, ajak papa kembali ke Ambon untuk kerja di Proyek Fakultas Teknik Ambon (FTA)," tutur Jeles.

Proyek FTA itulah yang kemudian menjadi cikal bakal lahirlah kampus Universitas Pattimura hingga kini di kawasan Poka.

Jejak kiprah dokter Atihuta sekembalnya dari pendidikan di Makassar,  selain mengabdi di FTA (Unpatti), juga  menjadi politisi Golongan Karya. Karena itu puncaknya beliau pernah menjabat Ketua DPRD Kota Ambon di era 1970 an.

Sedangkan di Unpatti Ambon,  karier dr Atihuta pernah menjabat Pembantu Rektor (PR)  I Bidang Akademik pada akhir tahun 1980 an. Lantas setelah Rektor Unpatti Dr Ir Lawalata MSc meninggal dunia, dr Atihuta diangkat sebagai Penjabat Rektor Unpatti tahun 1990 an. Beliau kemudian digantikan oleh Rektor terpilih Prof Dr Ir J.L. Nanere.

Selain itu, sebagai pekerja keras dan disiplin. dr Atihuta juga tidak hanya jadi politisi, birokrat, akademisi dan dokter praktek. Namun beliau juga mengembangkan investasi pada bidang pariwisata khususnya hotel dan restoran. Hotel nya di jaman 1980-1990 an cukup terkenal yaitu Hotel Cendrawasih di kawasan Mardika (lokasinya kini jadi The City Hotel), sedangkan restoran nya berlokasi di kawasan  pantai Natsepa.

Salah satu sahabat Atihuta sejak remaja di Saparua dan rekan nya di kampus Unpatti, Prof Dr drh L.D. Wairisal MVS menilai, dokter Atihuta adalah figur yang cerdas, teman yang baik dan tenang.

"Beliau dokter. Tapi tulisannya rapi. Juga seorang yang murah hati. Sebagai dokter praktek sudah sering layani pasien meski tidak dibayar. Karena cerdas, beliau bisa jadi politisi, akademisi, birokrat dan pengusaha. Intinya seluruh hidup pak Atihuta untuk daerah tercinta. Dedikasi nya itu yang luar biasa," beber Prof Wairisal via messenger.

Kini sang dokter senior yang khas dengan dialek Saparua dan familiar itu telah tiada.

Selamat jalan pak Atihuta. Jasa, dedikasi dan pengorbananmu tetap dikenang dalam catatan sejarah. Beristirahatlah yang tenang di keabadian. (NP)

Baca Juga

error: Content is protected !!