Sekilas Info

Anak yang Nyaris Menghabisi Ibu Kandung Terancam 10 Tahun Penjara

satumalukuID/Istimewa Kapolres Maluku Tengah (kanan) jenguk korban penganiayaan di RSUD Masohi.

satumalukuID- Patrik Hehanussa, anak durhaka yang nyaris menghabisi FH, ibu kandung sendiri dengan kepalan tangan dan senjata tajam parang, akhirnya dibui. Pria 22 tahun ini dijerumuskan ke dalam penjara, rumah tahanan Polres Maluku Tengah, Masohi, Senin (14/9/2020).

Pemuda bejat itu terancam hukuman penjara 10 tahun setelah disangkakan menggunakan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat no 12 tahun 1951 tentang senjata tajam, subsider Pasal 351 ayat (1) dan ayat (2 ) KUHPidana.

"Tersangka terancam hukuman di atas lima tahun. Dia sudah ditahan," ungkap Kapolres Maluku Tengah AKBP. Rositah Umasugi kepada satumaluku.id, Senin malam (14/9/2020).

Menurutnya, berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, Patrik Hehanusa merupakan tersangka utama dibalik insiden yang nyaris menewaskan ibu kandung sendiri berusia 50 tahun itu.

"Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi maka penyidik kami baik dari Polsek yang dibackup oleh Serse Polres resmi menetapkan Patrik Hehanusa sebagai tersangka," ujarnya.

Menurut Kapolres, setelah dijadikan tersangka penyidik kemudian menjemput tersangka dari RSUD Masohi, untuk menjalani penahanan di rutan Mapolres Maluku Tengah.

"Sekitar pukul 14.15 WIT, bertempat di ruangan IGD RSUD Masohi, Kanit Serse Polsek Teluk Elpaputih Bripka C. Wattimury, bersama anggota Reskrim Polsek mengeluarkan tersangka Patrick. Hasil konsultasi, dokter memperbolehkan tersangka rawat jalan. Sudah langsung ditahan di rutan Polres," jelas mantan Kapolsek Metro Barat, Polres Lampung Tengah itu.

Setelah dikeluarkan, lanjut Rositah, tersangka kemudian dibawa ke klinik kesehatan Polres Maluku Tengah untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sebelum akhirnya ditahan.

"Sempat diperiksa diklinik untuk memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan," terang Kapolres.

Meski sudah ditahan, namun Kapolres mengaku, hingga saat ini baik tersangka maupun korban keduanya belum bisa dimintai keterangan atas peristiwa tersebut, mengingat kondisi keduanya belum pulih.

"Untuk tersangka dan korban belum bisa  dilakukan pemeriksaan karena belum pulih akibat luka yang diderita. Jika kondisi sudah membaik pasti langsung dimintai keterangan," tandasnya.

Penulis: Chen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!