Sekilas Info

Sudah Sebulan Antrian Panjang Terjadi di SPBU Langgur, Bupati Malra Telepon Pejabat Pertamina Pusat

satumalukuID – Antrian Panjang sering terjadi di SPBU Langgur dalam sebulan terakhir. Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun yang melihat fenomena ini kemudian menemui dan berbincang dengan para sopir, kemudian menelpon salah satu pejabat Pertamina di Jakarta untuk penambahan SPBU.

Ceritanya, Bupati Maluku Tenggara M Thaher Hanubun pada Jumat pagi saat akan melakukan kunjungan kerja di salah satu Ohoi (desa), melintas dan melihat antrian kendaraan menuju ke SPBU Langgur. Dia kemudian menghentikan perjalanannya dan menemui serta berbincang dengan para sopir angkot dan truk yang sedang antri.

Kepada para sopir, Thaher menanyakan persoalan hingga kerap terjadi antrean panjang di SPBU itu. Setelah itu ia mengeluarkan telepon genggam dan menghubungi salah seorang di jajaran pejabat Pertamina Pusat di Jakarta.

Telepon digunakan Thaher dengan mode open voice sehingga dapat didengar oleh para sopir dan juga petugas SPBU Langgur.

Bupati dalam pembicaraan telepon itu melaporkan kelangkaan BBM hingga terjadi antrean panjang kendaraan di SPBU tersebut. Ia meminta perhatian Pertamina Pusat atas kondisi tersebut, serta menanyakan izin pendirian untuk dapat menambah satu lagi SPBU di Langgur.

Salah satu sopir truk, Piet Bungyanan, mengatakan fenomena antrean di SPBU Langgur sudah kurang lebih satu bulan. Biasanya antrean mulai terjadi pukul 06.00 WIT hingga siang hari dan tidak sedikit kendaraan yang tidak kebagian mengisi bahan bakar.

"Sebelum ini, kemarin itu, biasa tiga kali dalam satu minggu ada pengisian bio solar di SPBU ini, namun saat ini hanya dua kali dalam satu minggu, itu jelas tidak mencukupi, dua minggu terakhir ini minyak (BBM) tidak masuk di SPBU Langgur," ujar Piet.

Ia mengaku sebagai pengguna bio solar tentu kesulitan dalam menjalankan aktivitas dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika membeli bio solar di pedagang pengecer, harganya dua lipat, di SPBU Rp5.150/liter sedangkan pada pengecer Rp10.000/liter.

Antrean yang kerap terjadi di SPBU ini bukan hanya untuk pengguna bio solar namun juga pengguna jenis BBM lain.

Ia mengapresiasi langkah Bupati Thaher yang meninjau langsung situasi di lapangan dan sekaligus meminta perhatian Pertamina Pusat.

Piet juga berharap dilakukan penertiban di SPBU terkait pengisian di derigen, begitu pula terhadap oknum tertentu yang memanfaatkan kendaraan untuk mengambil minyak kemudian disedot dan dijual kembali ke pengecer atau pihak lain.

Baca Juga

error: Content is protected !!