Sekilas Info

Pemuda Negeri Hitu Lama Pulau Ambon Ini Dituntut  8 Tahun Penjara Karena Menyimpan Sabu

satumalukuID/Chen Toisuta Ilustrasi terdakwa kasus narkotika di pengadilan.

satumalukuID- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku, Augustina Isabella Ubleuw, menuntut penjara Abdulsalam Pelu alias Dus, terdakwa kasus narkotika, selama 8 tahun. Dus disangkakan melanggar pasal 114 ayat (1) Undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Pemuda Negeri Hitu Lama, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah ini, dituntut bersalah dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan yang berlangsung virtual di Pengadilan Negeri Ambon, Kota Ambon, Jumat (11/9/2020).

Sidang kasus narkotika tersebut dipimpin Hakim Ketua Hamzah Kairul. Dia dibantu dua hakim anggota yaitu Cristina Tetelepta dan Lucky Robot.

“Meminta kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini supaya dapat menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan penjara selama 8 tahun di potong masa tahanan,” baca JPU dalam amar tuntutannya.

Selain pidana kurungan badan, pria 26 tahun ini juga dibebankan untuk membayar uang denda sebesar Rp.1 miliar, subsider enam bulan kurungan.

JPU juga meminta agar barang bukti narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 2 paket yang dibungkus plastik klem bening seberat 0,19 gram, kemudian dimasukan dalam dos rokok tersebut agar disita untuk dimusnahkan.

Perbuatan terlarang yang dilakukan oleh Dus terungkap pada 21 Februari 2020, sekitar pukul 13.00 WIT. Saat itu anggota polisi Alfin Gunawan berpura-pura menelepon terdakwa untuk memesan sabu-sabu sebanyak dua paket. Terdakwa saat itu mengatakan akan menyerahkan sabu-sabu di depan SMP 3 Leihitu. Tanpa sadar, petugas beranggotakan empat orang sudah menunggu terdakwa.

Melihat terdakwa di depan sekolah, petugas langsung melakukan penangkapan. Saat ditangkap, petugas menemukan barang bukti dua paket sabu-sabu sedang di kuasai terdakwa. Setelah diinterogasi, terdakwa digiring bersama barang buktinya ke kantor Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease untuk di proses sesuai hukum yang berlaku.

Penulis: Chen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!