Sekilas Info

Tiga Pembom Ikan di Perairan Pulau Kasa Ditangkap Polairud Polda Maluku

satumalukuID/Istimewa

satumalukuID- Tiga orang warga terpaksa ditangkap Polairud Polda Maluku. Mereka ditemukan sedang membom ikan di perairan Pulau Kasa, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Para pelaku pembom ikan asal Seram Bagian Barat itu sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka yaitu Dja Aadin (32), warga Dusun Talaga, Desa Piru, Amir Sangaji (32), dan Doni Alimudin (21), warga Dusun Ani, Desa Luhu.

"Penangkapan para pelaku destructive fishing (bom ikan) di Perairan Pulau Kasa ini dilakukan kemarin Selasa (8/9/2020)," kata Direktur Polairud Polda Maluku, Kombes Pol. Harun Rosyid kepada wartawan, Rabu (9/9/2020).

Penangkapan altivitas penangkapan ikan secara ilegal menggunakan bahan peledak ini diketahui setelah tim gabungan Ditpolairud Polda Maluku yang terdiri dari KP. XVI - 2001 dan KP. XVI - 2002 melaksanakan patroli serta penyelidikan di Perairan Pulau wisata tersebut.

"Barang bukti yang kami amankan 1 unit Long boat dengan mesin Yamaha 15 PK 1 buah, bom rakitan yang dikemas dalam 9 botol, 3 kotak korek api kayu, 306 ekor ikan jenis lema, 1 unit mesin compresor 2 HP/PK dan 50 meter selang compresor," katanya.

Setelah diamankan, tiga pelaku yang telah ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka ini digelandang menuju Mako Ditpolairud Polda Maluku untuk pemeriksaan lanjutan oleh Subditgakkum.

"Tiga tersangka diduga melanggar Pasal 8 ayat 1 jo pasal 84 UURI nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan," jelasnya.

Peristiwa pemboman ikan berawal ketika Amir Sangadji membeli bahan dan merakit sendiri bom rakitan. Setelah itu para tersangka secara bersama menyiapkan rencana untuk melakukan penangkapan ikan dengan cara dibom tersebut.

Di Tempat kejadian perkara (TKP), tersangka Dja Aadin membakar bom rakitan dan melemparkan ke dalam laut sebanyak 2 kali.

Setelah Bom rakitan dilemparkan dan meledak, kemudian tersangka Amir melakukan penyelaman untuk mengumpulkan ikan hasil pengeboman tersebut. Sedangkan tersangka Doni bersiaga di atas long boat untuk memegang kemudi.

"Para Pelaku sudah lebih dari satu kali melakukan penangkapan ikan dengan bahan peledak. Hasil penjualan dibagi rata kepada para pelaku," tandasnya.

Penulis: Chen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!