Sekilas Info

OPINI

Intuisi dan Kreativitas Musik Ambonesse

satumalukuID/Istimewa Penulis saat kunjungan bersama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI ke Adelaide Festival Center, di Adelaide, Australia, tahun 2018.

Kita sering mendengarkan Kota Ambon merupakan kota yang memiliki aliran darah atau DNA (Deoxyribo Nucleic Acid merupakan asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika) dan intuisi bermusik (Music Intuition) yang tinggi. Konteks ini diperkuat dengan analisis yang dilakukan Ambon Music Office (AMO) yang dibawa ke level dunia United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan menganalisis :

1) circle of life (janin, bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa dan kematian); dan
2) music place driven making (lansekap musik). Singkatnya orang Ambon (Ambonesse) sudah terpapar oleh musik dalam durasi hidupnya.

Intuisi dalam konteks musik dapat menjadi suatu kajian yang masuk akal dan menarik. Musik yang berkaitan erat dengan kreativitas, merupakan salah satu bidang yang memiliki ciri intuitif bagi setiap orang, baik dalam penciptaan maupun aktivitas kerja musikal lainnya. Kenyataan secara umum, ditemukan bahwa seorang pembuat lagu selalu merasa mendapatkan sesuatu dari luar dirinya sebelum memulai proses membuat lagu, yang biasanya disebutkan sebagai bisikan hati atau ilham.

Karunia tersebut belumlah menjadi konkret apabila tidak diolah menjadi wujud yang dapat berdiri sebagai karya. Dalam prosesnya seorang pembuat lagu akan menuangkan ide intuitifnya ke dalam teks verbal (misalnya lirik lagu). Kemudian setelah itu baru musik dikomposisikan dan jadiah sebuah lagu yang telah menjadi konkrit untuk dapat diapresiasi.

Kreativitas di sisi lain adalah pola pikir, sikap, dan aksi yang merangsang inovasi, komitmen, orisinalitas, dan transformasi untuk membangun diri secara berkesinambungan dalam berbagai aspek kehidupan demi kualitas kehidupan yang semakin bermutu dan baik.

Sebagai sebuah proses, kreativitas tek lepas dari pergulatan antara imajinasi dan sains yang melingkupi ranah seni, budaya, teknologi, dan kewirausahaan, yang mesti didasari oleh kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ) yang mumpuni (ICCN, 2017).

Intuisi dalam konteks musik jarang dibicarakan secara spesifik pada berbagai literatur. Pada umumnya para peneliti maupun para praktisi kurang begitu tertarik untuk membicarakannya. Ketika penulis berproses dengan penyusunan strategi dan implementasi kota musik dunia dan membicarakan spesifikasi Ambonesse, maka banyak terlontar fakta-fakta intuisi yang membudaya pada karakter bermusik Ambonesse. Hal ini menjadi sesuatu yang berbeda dengan kota-kota musik dunia lainnya yang lebih menitikberatkan pada sains.

Intuisi musik seringkali hanya dianggap angin lalu dan peranannya terhadap musisi dan para komponis dalam proses kreativitas seringkali diabaikan. Konteks ini bukanlah tanpa sebab, karena sebgaian besar para ahli musik lebih terfokus pada mendalami literatur seperti sejarah, ilmu analisis, teknik, serta berbagai teori komposisi musik. Asumsi intuitif tidak belum menjadi referensi dari ilmu-ilmu musik dan murni mengandalkan logika-rasional yang sifatnya sistematis dan parametrik.

Secara alamiah, penulis merasakan bahwa instusi tidak bertolak belakang dengan apa yang disebut rasional tapi intuisi terletak di luar alasan rasional. Dengan bermusik muncul pula berbagai kreativitas yang tidak terbatas pada pengetahuan sains dan rasional yang dipelajari. Ada beberapa ahli kejiwaan yang mengatakan bahwa ada empat fungsi pokok jiwa. Dua yang rasional terdiri dari pikiran dan perasaan dan 2 lagi yang irasional yang terdiri dari pendriaan dan intuisi.

Intuisi sering disamakan dengan bisikan hati, suara hati, dorongan hati, wahyu atau ilham. Intuisi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (https://kbbi.co.id/arti-kata) diartikan sebagai daya atau kemampuan mengetahui atau memahami sesuatu tanpa dipikirkan atau dipelajari; bisikan hati; gerak hati. Selanjutnya David G. Myers (2002) mendefenisikan intuisi sebagai kemampuan manusia untuk memperoleh pengetahuan langsung atau wawasan langsung tanpa obervasi atau penalaran terlebih dahulu.

Ambonesse dalam bermusik baik secara vokal dan memainkan instrumen seing menciptakan kearifan lokal tersendiri dalam memahami pola musiknya. Ambonesse sangat tajam dalam mendengarkan intonasi dan pitch, sangat handal dalam mengeksekusi harmoni vokal tanpa belajar ilmu komposisi, dan sangat merasakan alunan sebuah lagu dalam interpretasi yang intuitif, memiliki diversitas timbre vokal yang tidak ada tandingannya di mana pun (sudah terbukti), dan pada akhirnya kekayaan intuisi sebagai anugerah Tuhan membawa Ambonesse pada frekuensi menengah yang dekat dengan Perdamaian.

Tetaplah belajar musik (sains) sambil mengembangkan rasa (intuisi) yang sudah ada dalam diri untuk Ambon Kota Musik Dunia. Salam Musikal.

Penulis: Ronny Loppies, adalah Direktur Ambon Music Office dan Focal Point of Ambon UNESCO City of Music

Penulis: Ronny Loppies
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!