Sekilas Info

Bapera Maluku Kutuk Tindakan Penculikan Terhadap Aktivis HMI Ambon

satumalukuID/Ian Toisutta Korban penculikan M. Syahrul Wadjo (tengah) usai diperiksa di Polresta Ambon.

satumalukuID- Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA) Maluku mengutuk dan mendesak pihak Polda Maluku agar secepatnya mengungkap pelaku penculikan, dan penganiayaan terhadap kader HMI Cabang Ambon M. Syahrul Wadjo.

Ketua Bapera Maluku Subhan Pattimahu menilai, tindakan penculikan merupakan aksi premanisme yang melawan hukum. Penculikan aktivis tidak dibenarkan dengan alasan apa pun.

"Kepada Kapolda Maluku dan jajarannya untuk mengusut tuntas tindak premanisme tersebut. Saya Subhan Pattimahu menilai peristiwa ini dapat dikategorikan sebagai kejahatan kemanusiaan," kata dia kepada satumaluku.id, Jumat (4/9/2020).

Subhan yang juga merupakan Ketua KNPI Maluku ini, meminta Komnas HAM terlibat mengusut penculikan tersebut. Sebab, bagi kami ini bukan kejadian biasa tapi terencana dan kemungkinan ada otak di balik peristiwa ini.

"Semua harus diusut tuntas. Saya kira praktek penyekapan penganiayaan dan pengambilan paksa ini sudah selesai di tahun 1997/1998 di awal awal perjuangan reformasi. Tapi kok muncul lagi di Maluku," sesalnya.

Politisi partai Golkar ini juga merasa heran, di zaman terang benderang seperti ini, masih ada orang yang luar biasa berani melakukan aksi tersebut. Tindakan tersebut tidak boleh dibiarkan, dan semua aktivis harus berteriak meminta agar pelaku dapat segera ditangkap.

"Untuk itu kami meminta pihak kepolisian agar menangkap para pelaku dan mengungkap motif di balik insiden memilukan dan memalukan ini," desaknya.

Aparat hukum juga diharapkan dapat menyampaikan motif perbuatan itu ke publik Maluku secara transparan, agar tidak membias dan meninggalkan kesan buruk terhadap tatanan hidup orang basudara, yang sudah terbangun baik. Juga tidak menimbulkan distorsi yang lebih jauh atau melebar ke mana-mana yang  dapat  mengganggu kondisi kemanan daerah.

“Saya meminta semua pihak agar bersabar dan mempercayakan secara total proses hukum kasus ini kepada institusi Polda Maluku untuk mengungkapnya. Tindakan penculikan, penyekapan dan penganiyaan yang terjadi terhadap Syahrul Wadjo tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apapun," tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!