Sekilas Info

Demo di DPRD Minta Kasus Pemukulan Perawat Diselesaikan Kekeluargaan, Orno Tegaskan Tak Ikut Campur

satumalukuID - Sejumlah perwakilan massa dari Seram Nusa Ina dan Teluti mendatangi Kantor DPRD Maluku meminta kasus pemukulan perawat yang sudah diproses hukum oleh kepolisian diselesaikan secara kekeluargaan.

Tetapi anggota DPRD Maluku Alex Orno menyatakan dirinya bersama Wagub Maluku Barnabas Orno tidak pernah melakukan intervensi ke polisi terkait aksi pemukulan seorang perawat di RSUD dr. M. Haulussy Ambon oleh keluarga pasien Covid-19. (Baca: Penganiayaan Perawat di RSUD Ambon oleh Terduga Keluarga Pasien Covid-19 Ditindaklanjuti Polisi)

"Demi Tuhan,  kami tidak pernah mencampuri masalah tersebut, meski pun yang dipukuli adalah keponakan saya bernama Jumima Orno," kata Alex di Ambon, Selasa (1/9/2020).

Penegasan Alex disampaikan saat pimpinan dan anggota DPRD Maluku menerima kedatangan demonstran dari Seram Nusa Ina dan Teluti dipimpin Umar Ismail Kelihu selaku koordinator lapangan dan Hidayat Samalah selaku orator atau juru bicara.

Baca Juga: Keluarga Almarhum HK Kembali Polisikan Perawat RSUD Ambon Jomima Orno

Dalam pertemuan yang dipimpin dua Wakil  Ketua DPRD Maluku, Melkianus Sairdekut dan Efendy Latuconsina serta Sekretaris DPRD, Bodewin M. Wattimena, Hidayat Samalah menuntut agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan dan 13 orang yang sementara diproses hukum agar dibebaskan.

Terkait tuntutan tersebut, Alex Orno mengaku mengetahui keponakannya dipukuli keluarga pasien Covid-19 atas nama almarhum Hasan Keiya ketika ada aksi demonstrasi di DPRD Maluku.

Baca Juga: Tiga Tersangka Penganiaya Perawat RSUD Haulussy Ambon Diserahkan ke Jaksa

"Silahkan saudara-saudara cek langsung di Polresta Ambon dan Pulau - Pulau Lease, apakah Wagub Maluku atau pun saya pernah mengintervensi perkara ini. Saya akan menghubungi keponakan tersebut untuk menanyakan apakah bersedia menyelesaikan perkaranya secara kekeluargaan atau tidak," tandas Alex.

Wakil ketua DPRD Maluku, Melkianus Sairdekut juga menimpali menyangkut pendekatan hukum terhadap 13 orang yang ditahan polisi dan diproses, "Itu membutuhkan langkah yang lebih komprehensif dan informasinya perkara ini sudah dilimpahkan ke kejaksaan," kata Melkianus.

Baca Juga

error: Content is protected !!