Sekilas Info

Dua Tersangka Korupsi Lahan PLTMG Namlea Akhirnya Ditahan Jaksa di Rutan Polda Maluku

satumalukuID/Ian Toisutta Tersangka Fery Tanaya saat hendak dibawa ke Rutan Polda Maluku di kawasan Tantui, Kota Ambon, Senin (31/8/2020).

satumalukuID- Fery Tanaya (FT) dan Abdul Gafur Laitupa (AGL), tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum, lokasi pembangunan PLTMG 10 MV tahun 2016 di Dusun Jiku Besar, Desa Namlea, Kabupaten Buru, akhirnya resmi di tahan jaksa.

Jaksa Penyidik pada Kejaksaan Tinggi Maluku tersebut resmi menahan dua tersangka setelah diperiksa sejak pagi pukul 09.30 WIT sampai pukul 16.00 WIT, Senin (31/8/2020).

Saat menjalani pemeriksaan, dua tersangka didampingi kuasa hukum masing-masing. Kedua tersangka saat ini dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon, sore tadi.

“Benar pada hari ini Penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku telah melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka masing-masing dengan inisial F.T dan A.G.L di Rutan Tantui Polda Maluku,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Maluku, Sammy Sapulette kepada satumaluku.id di Kantor Kejati Maluku, Jalan Sultan Hairun, Kota Ambon, Senin (31/8/2020).

Menurutnya, dua tersangka perkara dugaan tindak pindana korupsi pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum, di lokasi pembangunan PLTMG 10 MV di Namlea tersebut akan ditahan selama 20 hari ke depan terhitung hari ini sampai dengan Sabtu (19/9/2020).

Fery dan Abdul ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejati Maluku masing-masing sesuai Surat Penetapan Tersangka Nomor : B-749/Q.1/Fd.1/05/2020, tanggal 08 Mei 2020 dan Surat Penetapan Tersangka Nomor : B-750/Q.1/Fd.1/05/2020, tanggal 08 Mei 2020.

Penetapan tersangka dilakukan setelah melalui rangkaian hasil penyidikan dalam perkara tersebut. Di mana, penyidik telah memperoleh bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan mereka sebagai tersangka dan setelah melalui mekanisme ekspose atau gelar perkara.

“Adapun pasal yang disangkakan terhadap kedua tersangka adalah Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang- Undang No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dirubah dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!