Sekilas Info

LUMBUNG IKAN NASIONAL

Menteri Edhy Sebut Maluku sebagai LIN Mandeg karena Kepedulian Berkomunikasi antara Pusat dengan Daerah

satumalukuID/Ian Toisutta Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, tampak menulis pesan dan kesan setelah mengunjungi Politeknik Kelautan dan Perikanan Maluku di Waiheru, Kota Ambon, Minggu (30/8/2020).

satumalukuID- Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Edhy Prabowo, mengakui jika Provinsi Maluku merupakan gudangnya ikan. Untuk menetapkan daerah ini sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN), harus dimulai dengan gerakan langsung, tidak sekadar jargon belaka.

“Tadi ada penyebutan Lumbung Ikan Nasional. Saya memulai LIN dengan gerakan langsung. Membangun tidak hanya dengan sekedar jargon tapi membuktikan, terjun langsung dengan kegiatan kegiatan,” kata Edhy kepada wartawan di Politeknik Kelautan dan Perikanan Maluku di Kota Ambon, Minggu (30/8/2020).

Salah satu gerakan langsung yang dilakukan pihaknya saat ini, lanjut Edhy yaitu pergantian Sekolah Usaha Perikanan Menengan (SUPM) Ambon dengan Politeknik Kelautan dan Perikanan Maluku.

“Kita harapkan dengan Politeknik ini tidak hanya menjadi pengajaran di kelas tapi menjadi tempat praktek. Di sini laut, di sini ada halaman, kita bisa bangun semuanya dari budidaya tawar, payau, tambak, termasuk menangkap ikan di laut,” terangnya.

“Alhamdulillah pak gubernur mendukung penuh dan saya pikir ini menjadi kekuatan kunci di Maluku, pemerintah daerah bersama bupati, walikota dan kepala dinas sudah bahu membahu dan saya pikir ini kunci keberhasilan pembangunan LIN,” ujarnya.

Menurut Edhy, LIN tidak hanya putus setelah ditetapkan sebagai Undang-Undang (UU). Namun sebelum UU ataupun peraturan pemerintah lainnya lahir tentang LIN, maka sudah harus didahului dengan gerakan secara langsung.

“Kami tidak mau hanya sekedar Undang-Undang. Sebelum Undang-Undang itu lahir, sebelum peraturan pemerintah lahir, ini harus kita dului,” katanya.

Baginya, mandeknya penetapan UU tentang LIN selama ini dan terus diteriaki masyarakat Maluku hanyalah masalah kepedulian berkomunikasi antara pusat dengan daerah.

“Anda bisa lihat sendiri bagaimana (LIN) tidak bisa berjalan, karena menurut saya komunikasi tidak berjalan. Saya yakin beliau (gubernur) sependapat dengan saya, dan beliau sama saya sudah tidak ada lagi jarak. Jadi saya sangat yakin, yang berapa dekade (LIN tidak jalan) saya sangat yakin itu cerita dulu, sekarang kami mau bicara ke depan,” tegasnya kepada wartawan.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!