Sekilas Info

DPO Kasus Perdagangan Anak Bawah Umur Dibekuk di Noloth Pulau Saparua

satumalukuID- Pelarian WL, tersangka kasus dugaan perdagangan anak di bawah umur berakhir. DPO Polda Maluku ini ditangkap aparat Satgas BKO TNI AD Pos Tuhaha, Pulau Saparua, Jumat (28/8/2020).

Melalui siaran pers dari Penerangan Kodam XVI/Pattimura yang diterima satumaluku.id, Sabtu (29/8/2020), menyebutkan pemuda 20 tahun ini diringkus aparat SSK III, Satgas Yonif RK 732/Banau, Kolakops Rem 151 dari tempat persembunyiannya di Negeri Noloth, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah.

Penangkapan dilakukan empat personel Pos Tuhaha SSK III yang dipimpin langsung Komandan Pos, Serda Sasminto, sekira pukul 23.15 WIT.

Sebelum diringkus, empat personel ini mendatangi kediaman Raja Negeri Noloth, Mesak Huselan. Tujuannya untuk mendapat keterangan foto, rumah dan rencana penangkapan yang akan dilakukan kepada pelaku WL tersebut.

Tersangka WL disergap saat bersembunyi di rumah warga berinisial DP. Rumah itu sebelumnya telah dicurigai menjadi lokasi persembunyian tersangka. Proses penangkapan berjalan aman dan lancar. Pelaku tidak melakukan perlawanan.

Setelah berhasil diamankan, WL diamankan di rumah Raja Noloth untuk selanjutnya diserahkan kepada Bhabinkamtibmas Noloth, personel Polsek Saparua, Aiptu Anton Nusa.

Selain diduga melakukan kasus perdagangan anak dibawah umur, WL juga diketahui memiliki catatan hitam. Pada Maret 2020, dia baru saja keluar dari penjara. Dia melakukan pencurian dengan hukuman penjara 9 bulan.

WL juga diketahui tiba di Noloth pada 11 Agustus 2020 lalu. Alasannya mengantar teman perempuan yang sakit berinisial IP dan menjadikan rumahnya untuk menginap.

Dansatgas Yonif RK 732/Banau, Letkol Inf Suhendar Suryaningrat, dalam siaran persnya yang dilansir Penerangan Kodam Pattimura, menyampaikan penangkapan tersebut sebagai hal yang luar biasa.

"Saya berterimakasih kepada Pos Tuhaha SSK III atas penangkapan yang dilakukan. Tentunya hal tersebut akan menghilangkan keresahan warga," katanya.

Selain itu, Suhendar juga mengapresiasi dalam proses penangkapan tidak terjadi tindakan kekerasan.

"Penangkapan dapat dilaksanakan dengan kooperatif," sebutnya.

Kepala Penerangan Kodam Pattimura Kolonel Arh Stefie Yance Nuhuyanan kepada satumaluku.id mengatakan, pelaku saat itu langsung diserahkan bersama barang bukti kepada polisi.

"Anggota bawah ke Kantor Pemerintahan Negeri Noloth kemudian diserahkan berserta barang bukti kepada Anggota Polsek untuk dibawah ke Polsek Saparua. Pelaku akan dibawah ke Polda," terangnya via selulernya, Sabtu (29/8/2020).

Sementara itu, Kapolsek Saparua AKP. Rony F. Manawan mengaku pelaku dugaan perdagangan anak dibawah umur tersebut telah di gelandang menuju Markas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Sabtu pagi (29/8/2020).

"Kami yang tangkap tadi pagi. Pelaku sudah dibawa ke Polres (di Ambon). Soal kasusnya kami tidak dalami. Nanti langsung saja tanyakan ke Polres," pintanya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!