Sekilas Info

LAWAN COVID 19

Kembali Didemo Soal Joget, Pemerintah Provinsi Maluku Meminta Maaf Kepada Semua Masyarakat

satumalukuID/Istimewa Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno (tengah), saat bertemu dengan mahasiswa yang berdemo di Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Kamiss (27/8/2020).

satumalukuID- Empat hari sudah, demonstrasi terus dilakukan mahasiswa sebagai bentuk protes terkait aksi joget sejumlah pejabat saat merayakan HUT Provinsi Maluku ke-75 tahun di gedung DPRD Provinsi Maluku. Aksi terus berlangsung di depan Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon.

Diprotes terus menerus sejak Senin (24/8/2020) sampai hari ini Kamis (27/8/2020), Pemerintah Daerah Provinsi Maluku akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat. Permintaan maaf disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno.

Wakil Gubernur dihadapan puluhan massa aksi, yang hari ini dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon, mengaku, kritikan yang disampaikan para mahasiswa merupakan keinginan Tuhan agar pihaknya lebih berhati hati dalam mengambil kebijakan dan sebagainya.

“Terima kasih banyak dan Pemerintah Provinsi Maluku sangat mengapresiasi ade-ade GMKI. Mungkin selama ini katong (kita) semua terlena, katong lupa, mungkin saja ini keinginan Tuhan untuk ade-ade memberikan kritik, solusi untuk kita bisa hati-hati dalam mengambil sebuah kebijakan dan lain-lain,” kata Barnabas dihadapan puluhan mahasiswa.

Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, Wagub menyampaikan permohon maaf yang dalam kepada seluruh masyarakat. Dia mengaku, jika dalam pandangan publik bahwa aksi joget yang terjadi tersebut dianggap salah, mohon kiranya dimaafkan.

“Kepada semua masyarakat atas apa yang telah terjadi yang menurut pandangan publik itu salah, mohon maaf beribu maaf kepada seluruh rakyat Maluku yang terbentang dari Timur Kepuluan Aru sampai ke Barat Pulau Buru, dan dari Utara Pulau Seram sampai ke Selatan Maluku Barat Daya.

Wagub berharap dengan sikap kritik sebagai bagian dari fungsi kontrol mahasiswa, ke depan pembangunan di Provinsi Maluku akan semakin baik.

“Kami mohon maaf, memang ini terlambat, kami mohon maaf. Tolong sampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya. Ternyata setelah semua ini terjadi baru kita sadar bahwa kita hanyalah manusia biasa,” sebutnya.

Setelah kemarin aksi demo dipimpin langsung Ketua BEM IAIN Ambon, hari ini kembali dikomandoi oleh Ketua GMKI Cabang Ambon, Almindes Falantino Syauta. Terdapat empat poin penting yang disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Maluku diantaranya:

1. Hentikan segala bentuk euphoria di permukaan publik yang nantinya meresahkan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang melanda daerah ini.
2. Pemerintah Provinsi Maluku harus meminta maaf kepada seluruh rakyat maluku.
3. Presiden Jokowi melalui Menteri Dalam Negeri harus memberikan teguran keras kepada Pemerintah Provinsi Maluku atas kelalaian dan inskonsistensi dalam menjalankan regulasi ataupun protokoler Covid-19.
4. Penerapan Kartu Maluku Pintar dan Kartu Maluku Sehat di tengah pandemi Covid-19 sesuai visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!