Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

EcoNusa Ajak Mari #BakuDukung Cegah Covid-19 di Indonesia Timur

satumalukuID - Yayasan EcoNusa, sebuah lembaga yang berfokus pada upaya peningkatan berbagai inisiatif tingkat lokal dan internasional dalam rangka pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan di wilayah Maluku dan Papua, mengundang organisasi, institusi, pihak swasta maupun individu untuk memberikan dukungan bagi penangaan Covid-19, melalui penggalangan dana bagi masyarakat di timur Indonesia.

Melalui siaran persnya yang diterima satumaluku.id, Rabu (26/8/2020), EcoNusa menyebutkan, pandemi Covid-19 yang sedang terjadi, memiliki dampak buruk bagi Indonesia tak terkecuali Tanah Papua dan Kepulauan Maluku.

"Wilayah paling timur di Indonesia tersebut menjadi rentan terhadap dampak COVID-19 karena minimnya fasilitas kesehatan," ujar EcoNusa.

Menurut lembaga ini, Tanah Papua, Maluku dan Maluku Utara merupakan kawasan yang sebagian wilayahnya terdiri dari pesisir juga pulau-pulau kecil. Dimana masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan atau jasa yang saat ini terdampak secara ekonomi.

Begitupun juga dengan masyarakat yang berada di Kawasan pegunungan atau hutan, rentan terhadap penularan infeksi virus secara massif karena pola hidup yang komunal. Minimnya akses terhadap fasilitas kesehatan baik di pesisir maupun kawasan hutan memperburuk keadaan.

Berdasarkan data dari covid19.kemkes.go.id, hingga 25 Agustus 2020, kasus positif Covid-19 di Provinsi Papua mencapai 3.650 dan Papua Barat mencapai 659 kasus.

"Dan di Kepulauan Maluku, angka kasus positif pun relatif tinggi yakni mencapai 1.742 kasus di Provinsi Maluku dan 1.779 kasus di Provinsi Maluku Utara," tandas EcoNusa.

Di samping dampak kesehatan, lembaga ini menyebut juga, pandemi Covid-19 juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Masyarakat mengalami kerugian ekonomi akibat terhentinya akses transportasi keluar masuk wilayah sehingga membuat aktivitas perdagangan terhenti.

Dari sektor ekowisata yang menjadi salah satu pencaharian utama banyak masyarakat pun otomotasi berhenti beroperasi karena tidak ada kunjungan wisatawan selama masa pandemi.

Penggalangan dana yang diinisiasi EcoNusa ini, telah dimulai sejak 29 April 2020, dan berhasil mengumpulkan sebanyak Rp 310.662.352 yang sudah disalurkan dalam bentuk 10.000 masker kain dan 500 set APD lengkap.

"Bantuan gelombang pertama tersebut telah tiba di Ternate, Ambon, Kota Jayapuran dan Kabupaten Paniai Provinsi Papua, dan Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat," sebut EcoNusa.

Disebutkan bahwa, pemberian bantuan gelombang kedua saat ini sedang dijadwalkan untuk dikirim ke empat Provinsi prioritas yakni Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Bantuan yang disiapkan berupa 500 APD dan juga bantuan menyasar pada ketahanan pangan dan sumber kehidupan masyarakat setempat.

Tidak berhenti sampai gelombang kedua, Yayasan EcoNusa kembali melakukan penggalangan dana. Oleh karena itu, Yayasan Econusa mengajak seluruh masyarakat Indonesia memberikan bantuan donasi untuk mendukung masyarakat adat dan tenaga medis khususnya di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku. Bantuan dapat disalurkan melaluihttps://kitabisa.com/campaign/bakudukungcegahcovid.

Donasi yang terkumpul akan disalurkan dalam bentuk Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis dan juga alat rapid test. Donasi juga akan disalurkan dalam bentuk masker untuk masyarakat adat di hutan, pesisir, dan pulau-pulau kecil di wilayah Indonesia Timur sebagai bentuk pencegahan penularan Covid-19.

Selain bantuan terkait kesehatan, donasi juga akan disalurkan dalam bentuk bantuan pemberdayaan untuk komunitas yang memproduksi masker, bantuan pemulihan ekonomi untuk jaringan ekowisata yang terdampak Covid-19.

Gerakan bersama masyarakat Indonesia untuk #BakuDukung akan memberikan dampak yang berarti bagi pencegahan penyebaran Covid-19 dan juga perekonomian masyarakat di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!