Sekilas Info

Tukar Guling Lahan Perpustakaan di Ambon Bermasalah, Negara Rugi Miliaran Rupiah

satumalukuID/Tiara Salampessy Balai Kota Ambon

satumalukuID- Bau korupsi diduga tercium dalam proses tukar guling lahan yang di atasnya berdiri gedung Perpustakaan dan Kearsipan Negara Provinsi Maluku, dengan sebidang tanah seluas 2.000 meter persegi, di Kawasan Desa Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.

Proses tukar guling antara Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Maluku dengan pihak swasta itu diduga telah menyebabkan negara mengalami kerugian sebesar miliaran rupiah. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku, kini sedang melakukan penyelidikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun satumaluku.id, tukar guling lahan berlangsung pada tahun 2017, diduga antara Pemda Maluku dengan Yayasan Poitech Hok Tong. Kurang lebih Rp.3 miliar negara rugi akibat diduga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) lahan tidak sesuai.

“Terdapat selisih anggaran yang besar. Kasus ini sedang dalam penyelidikan Ditreskrimsus Polda Maluku. Sejumlah anggota dan pimpinan DPRD periode 2014-2019 sudah diperiksa,” kata sumber yang enggan menggunakan identitasnya, kepada satumaluku.id, di Ambon, Selasa (25/8/2020).

Lahan Perpustakaan Negara awalnya diklaim milik Yayasan Poitech Hok Tong sebelum pergolakan G30S PKI. Setelah penumpasan PKI hampir semua aset milik turunan Tionghoa diambil alih oleh negara dan diserahkan kepada Pemda Maluku hingga pembuatan sertifikatnya.

“Yayasan juga ingin mengganti rugi bangunan. Harganya diperkirakan Rp.9 miliar rupiah. Kasus ini diketahui tahun 2018 setelah BPK Perwakilan Maluku mengaudit LKPD Maluku tahun 2017,” tambahnya.

Terpisah, Direktur Krimsus Polda Maluku, Kombes Pol. Eko Santoso membenarkan pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Tapi, dia belum mau berkomentar banyak, sebab alasannya masih dalam penyelidikan.

“Ya, benar. Sedang dalam penyelidikan. Sejumlah anggota DPRD sudah diperiksa. Itu aja, (karena) masih lidik ini,” tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!