Sekilas Info

Mahasiswa UKIM dan Unpati Ambon Terpilih Sebagai Pasangan Duta Bahasa Maluku

satumalukuID/Ian Toisutta Ketua Tim Penggerak PKK Maluku Widya Murad Ismail tampak memberikan plakat kepada Pemenang I Duta Bahasa Maluku Tahun 2020.

satumalukuID- Brian Patty, mahasiswa Universitas Kristen Indonesia-Maluku (UKIM) dan Safila Uyara, mahasiswi Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, terpilih sebagai pasangan Duta Bahasa Maluku. Mereka akan bersiap untuk bersaing di kancah Nasional mewakili Provinsi Maluku.

Brian dan Safila terpilih atas keputusan tiga orang dewan juri, diantaranya Ketua Tim Penggerak PKK Maluku Widya Pratiwi Murad Ismail, Kepala Kantor Bahasa Maluku DR. Asrif, dan ahli sastra DR. Meriana Lewier. Pemilihan Duta Bahasa Tahun 2020 berlangsung di Swissbell Hotel, Kota Ambon, Jumat (21/8/2020).

Mahasiswa UKIM dan mahasiswi Unpatti Ambon ini terpilih setelah melewati babak penyisihan dari 30 peserta kategori putra dan putri, kemudian 5 besar dan final melawan kategori putra yaitu Charly Mattahelumual dan Utomo Nursheka. Sedangkan kategori putri yakni Livia Saputra dan Britsy Huka.

Kegiatan yang juga disiarkan langsung melalui media sosial Facebook ini dibuka Sekretaris Kota Ambon A. G. Latuheru mewakili Wali Kota Richard Louhenapessy.

“Kalau lihat dari kualitas 30 peserta sudah baik, tinggal nanti mereka yang berenam, tiga putra dan putri dipoles lagi oleh panitia, dipoles lagi oleh Kantor Bahasa supaya mereka bisa bersaing di tingkat nasional,” kata Latuheru kepada wartawan.

Latuheru mengaku penilaian tim juri luar biasa. Sebab penilaian mereka sama dengan penonton. Olehnya itu dirinya berharap pandemi segera selesai agar persiapan para Duta Bahasa Maluku bisa lebih maksimal lagi.

“Tadi saya bilang kepada Kepala Kantor Bahasa, tim juri ketiga-tiganya luar biasa, karena penilaian penonton juga sama dengan tim juri, itu berarti luar biasa dengan penilaian yang dilakukan. Kita berdoa mudah-mudahan ke depan pandemi bisa selesai supaya persiapan anak-anak kita jauh lebih baik,” harapnya.

Saat ini, Bahasa Daerah telah menjadi tanggungjawab para Duta. Mereka tentunya tidak saja melestarikan Bahasa Indonesia, tapi juga dapat mengkampanyekan bahasa-bahasa daerah, maupun mengusai bahasa asing agar tidak ketinggalan.

“Sudah menjadi tanggung jawab mereka, bukan cuma melestarikan bahasa Indonesia, tapi mereka juga musti terus menjaga bahasa daerah dan mereka bisa menguasai bahasa asing, supaya mereka tidak ketinggalan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Maluku DR. Asrif dalam sambutannya mengaku kehadiran para undangan dan dewan juri, menambah daya kerja anak-anak muda dalam mengkampanyekan pentingnya bahasa negara, maupun asing di era globalisasi.

“Tidak kalah penting kesadaran kolektif untuk melestarikan bahasa daerah yang ada di setiap negeri atau wilayah di Maluku. Ini satu catatan penting Kantor Bahasa Maluku selama 10 tahun mengabdi di Maluku dalam rangka pelindungan bahasa-bahasa daerah sebagai identitas kita, sebagai pijakan atau rahim kebudayaan daerah kita,” terangnya.

Asrif mengaku, saban tahun terdapat 30 orang pemuda dan pemudi dari berbagai daerah Maluku hadir menjadi Duta Bahasa Maluku. Duta bahasa yang aktif mengkampanyekan pentingnya penguasaan Bahasa Indonesia dengan baik, mengutamakan Bahasa Indonesia di atas bahasa lain, mengampanyekan agar generasi muda Maluku juga harus menguasai bahasa asing.

“Setiap tahun kami selenggarakan dan mengirimkan wakil Maluku untuk berkiprah pada kanca nasional. Dukungan Pemerintah Provinsi dan Kota Ambon cukup luar biasa kepada Kantor Bahasa Provinsi Maluku,” tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!