Sekilas Info

OPINI

Upaya Indonesia-Belgia Untuk Perdamaian Dunia, Sejak Kemerdekaan Hingga Kini dan Peranan Perempuan Maluku

satumalukuID/Dok. Angel Erianthe Untuk mengurangi penggunaan plastik, penulis mengaku selalu membawa tas berbahan kain produk Molucca, selama berkeliling Eropa. Foto saat penulis berpose di depan Royal Palace Of Brussels, Belgium.

Atas nama bangsa Indonesia, Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Salah satu point penting yang diupayakan dari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia sebagaimana yang disebutkan situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI adalah Peran serta Indonesia dalam perdamaian dunia, itu diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar RI Tahun 1945 alinea ke-4.

Sehubungan dengan itu, kepemimpinan Presiden Jokowi di tingkat internasional patut untuk diacungi jempol. Royal Palace Of Brussels bergaya neoklasik yang dibangun pada abad pertengahan menjadi saksi bisu upaya Presiden Jokowi menjalankan amanat itu di periode pertama kepemimpinannya.

Sekitar pukul 16.10 kamis sore (21/4/2016), Presiden Jokowi tiba di Royale Palace Of Brussels dan bertemu Raja Belgia Phillippe. Atas nama Pemerintah dan rakyat Indonesia Presiden Jokowi menyampaikan belasungkawa kepada Belgia karena serangan bom di Brussels yang menelan banyak korban, termasuk dua orang WNI yang mengalami luka sangat berat.

Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi juga mengecam keras serangan tersebut dan melakukan kerjasama dengan Belgia melawan terorisme agar terwujudnya perdamaian dunia.

Perdamaian dunia yang diupayakan kedua pemimpin negara di Royal Palace Of Brussels mengingatkan kita pada perjuangan rakyat Indonesia pra kemerdekaan. Kekejaman penjajah yang terjadi pra kemerdekaan di bumi pertiwi membuat rakyat bersatu untuk merebut kemerdekaan.

Sejarah mencatat di tahun 1947 melalui Komisi Tiga Negara, Belgia berperan aktif dalam penyelesaian konflik antara Indonesia dan Belanda mengenai kemerdekaan yang sudah diproklamasikan Soekarno dan Hatta tanggal 17 Agustus 1945.

Selanjutnya pada tahun 1949 hubungan diplomatik Indonesia- Belgia dimulai. Website Kementerian Luar Negeri menulis perayaan 70 tahun hubungan diplomatik di Brussel Belgia (2/10/2019) Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa Yuri Thamrin menyampaikan bahwa Indonesia dan Belgia memiliki kesamaan pandangan untuk menyelesaikan masalah-masalah global dengan cara damai.

Dampak Iklim Terhadap Perdamaian Dunia

Indeks Perdamaian Global 2019 untuk pertama kali memasukkan indikator resiko perubahan iklim dengan tujuan untuk mengevaluasi hubungan antara bahaya iklim dan kekerasan.

Senada dengan hal itu, mantan Wakil Presiden Bank Dunia Prof. Ismail Serageldin menyampaikan bahwa perang di masa depan tidak lagi dipicu oleh perebutan emas hitam (minyak), tetapi emas biru (air). Atas dasar itulah, dalam program Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke -13 disebutkan mengambil aksi untuk menanggulangi perubahan iklim beserta dampaknya bagi peradaban dunia.

Dalam kenyataannya, perang memang disebabkan juga karena krisis iklim. Seperti yang diliris Matamatapolitik.com bahwa perang Suriah didorong oleh kekeringan dan migrasi akibat perubahan iklim. Para pakar dan ilmuan menyebut perubahan iklim sebagai pemain tak terlihat dalam perang Suriah yang sedang berlangsung.

Dijelaskan juga, kekeringan tahun 2006-2007 di Fertile Crescent yang mencakup Irak saat ini, Turki tenggara, Iran barat, Suriah, Libanon, Yordania, Palistina, dan beberapa bagian Mesir adalah kekeringan terpanjang dan paling parah yang pernah tercatat. Ilmuan iklim Colin P. Kelly mengaitkan kekeringan ini dengan tren pemanasan jangka panjang di Mediterenia timur yang hanya dapat dijelaskan dengan kenaikan emisi gas rumah kaca dan perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.

Link beritanya di bawah ini :
https://www.matamatapolitik.com/perang-suriah-didorong-oleh-kekeringan-dan-migrasi-akibat-perubahan-ikim-polling-analisa/

Berita mengenai perang yang dipicu oleh perubahan iklim bisa dibaca di link bawah ini :
https://parstoday.com/id/radio/world-migrasi-akibat-perubahan-iklim-tantangan-lain-dunia-saat-ini/

https://nationalgeographic.grid.id/perubahan-iklim-picu-perang-dan-peningkatan-konflik/

https://theconversation.com/krisis-iklim-merupakan-perang-dunia-iii-berikut-4-senjata-yang-bisa-digunakan/

https://sains.kompas.com/perubahan-iklim-meningkatkan-konflik/

https://id.climateimpactnews.com/how-world-conflicts-are-influence-by-the-changing-climate/

Karena kekuatiran mengenai dampak buruk dari perubahan iklim terhadap perdamaian dunia di masa depan, tahun ini Belgia bersama-sama negara-negara Uni Eropa berencana mengalokasikan seperempat anggarannya untuk mengatasi perubahan iklim dan menyiapkan suatu skema untuk pergeseran alokasi dan investasi sebesar 1 triliun euro sebagai upaya untuk menjadikan ekonomi yang lebih ramah lingkungan selama 10 tahun ke depan. Sebagaimana yang disampaikan Komisi Eropa, Ursula Von Der Leyen di Markas Besar Uni Eropa di Brussels (08/01/2020).

Untuk membantu upaya Belgia bersama dengan negara-negara Uni Eropa serta memainkan peranan Indonesia dalam perdamaian dunia sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar RI Tahun 1945 alinea ke-4 Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pernah menyampaikan bahwa Indonesia akan bekerja di DK PBB untuk mempromosikan pemeliharaan perdamaian dan pembangunan perdamaian, pencegahan konflik, dan tujuan pembangunan dan perlindungan lingkungan PBB untuk tahun 2030.

Berpijak dari persoalan global ini, apa peranan kita selaku generasi muda Maluku terhadap upaya pemerintah Indonesia dan Belgia untuk perdamaian dunia sejak kemerdekaan hingga kini ?
Pertanyaan ini patut untuk diajukan dan dijawab karena beberapa hari ke depan kita akan merayakan HUT kemerdekaan Indonesia ke-75 yang di dalamnya selalu mengusung tema perdamaian dunia sebagaimana juga cita-cita masyarakat internasional di hari kemarin, hari ini dan besok.

Peran Perempuan Maluku

Ada pandangan mengatakan bumi itu seperti seorang ibu. Pandangan itu ada benarnya, karena bumi memiliki sisi feminin dalam merawat kehidupan. Melalui perut bumi berbagai jenis makanan dan air bersih dihasilkan untuk merawat dan membantu pertumbuhan manusia. Layaknya, serorang ibu yang mengandung bayi dalam rahim kemudian melahirkan dan mengurusinya.

Kalau demikian, maka sangatlah tepat langkah yang diambil Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020 karena melibatkan perempuan dalam upaya perdamaian dunia dan pembangunan berkelanjutan yang menjadi salah satu isu prioritas Indonesia saat ini.

Dalam konteks ini, sebagai perempuan-perempuan Maluku kita harus menunjukkan kefemininan itu terhadap bumi Maluku. Merawat dan menjaga bumi Maluku tetap sehat agar senantiasa menghasilkan makanan yang melimpah dan air bersih bagi kehidupan sekarang ini dan masa mendatang. Karena bila hilangnya kefemininan itu, ketersediaan sumber makanan dan air bersih menjadi terbatas. Jika itu terjadi maka bisa memunculkan perang yang menganggu perdamaian dunia.

Untuk menghindari perang akibat krisis iklim dan air bersih, pemanasan global serta berbagai persoalan lainnya, bisa dimulai dengan melakukan langkah-langkah berikut ini :
1. Belajar tentang alam.
2. Tidak membuang sampah sembarangan.
3. Mengurangi penggunan kendaraan bermotor.
4. Menghemat penggunaan listrik.
5. Menanam pohon.
6. Menghemat penggunaan air.
7. Mengurangi penggunaan plastik dan kertas.
8. Terlibat dalam komunitas peduli lingkungan, dan lain sebagainya.

Sebuah pepatah bijak mengatakan, perjalanan bermil-mil dimulai dari satu langkah. Satu langkah kecil untuk merawat dan menjaga bumi Maluku tetap sehat, sama saja sudah menjaga juga Indoensia kita. Itu merupakan dukungan nyata kita sebagai perempuan-perempuan Maluku terhadap perdamaian dunia sebagaimana salah satu isu prioritas Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB saat ini.

Pada titik inilah, sebagai perempuan-perempuan Maluku kita telah melaksanakan amanat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar RI Tahun 1945 alinea ke-4 yang digagas oleh para pendiri negara.

Akhir kata, Ayo Bangkitlah Martha Christina Tiahahu - Martha Christina Tiahahu Maluku !!! Marilah kita mengisi kemerdekaan Indonesia dengan terus berperan aktif mewujudkan gagasan-gagasan para pendiri negara melalui program-program pembangunan yang sedang dan akan dilakukan pemerintah Indonesia baik di tingkat Internasional, nasional, lokal serta upaya-upaya yang dilakukan Belgia dan negara-negara lainnya sehingga kehidupan yang damai di muka bumi bisa kita wujudkan bersama.

Dirgahayu ke-75 Republik Indonesia
Jayalah Negeraku, Suburlah Bumiku, Merdeka !

Penulis: Angel Erianthe, tinggal di Jakarta.

Penulis: Angel Erianthe
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!