Sekilas Info

SATWA ENDEMIK MALUKU

Ratusan Burung dan Reptil Maluku Dikembalikan dari Sumatera Utara, Jawa Timur dan Jakarta

satumalukuID/Ian Toisutta Kakatua Maluku di kandang transit BKSDA Maluku di Passo, Kota Ambon.

satumalukuID- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Maluku, menerima ratusan ekor burung dan reptil, korban perdagangan ilegal. Ratusan satwa endemik Maluku ini ditangkap di Sumatera Utara, Jawa Timur dan Jakarta.

Penyerahan ratusan ekor burung dilindungi dan reptil jenis Soa Layar dan Kadal Lidah Biru asal Maluku tersebut berlangsung di Kandang Transit BKSDA Maluku, Kawasan Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Rabu (12/8/2020).

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Maluku, Meity Pattipawej mengungkapkan, penyerahan ratusan satwa endemik Maluku dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang jatuh Senin kemarin (10/8/2020).

Sebanyak 75 ekor burung dan 69 ekor reptil tersebut, kata Meity, akan dikembalikan ke wilayah sebaran habitat asalnya di Maluku. Satwa burung tersebut berasal dari hasil sitaan yang dilakukan petugas BBKSDA Sumatera Utara, BBKSDA Jawa Timur dan BKSDA DKI Jakarta.

"Satwa terdiri dari jenis Kakatua Putih 3 ekor, Kakatua Tanimbar 2 ekor, Kakatua Maluku 25 ekor, Nuri Bayan 19 ekor, Nuri Maluku 16 ekor, Nuri Sayap Hitam 1 ekor, Kasturi Ternate 5 ekor dan Perkici Pelangi 4 ekor," terangnya.

Selain burung, ada juga penyerahan reptil terdiri dari jenis Soa Layar 27 ekor dan Kadal Lidah Biru 42 ekor. Sesuai dengan prosedur yang ada, untuk jenis satwa burung telah dilakukan pengujian penyakit Avian Influenza dan penyakit lainnya yang bersifat zoonotic.

"Satwa hasil sitaan BBKSDA Sumatera Utara berjumlah 14 ekor, Jawa Timur 44 ekor dan BKSDA DKI Jakarta dan reptil dari BKSDA DKI Jakarta," terangnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!