Sekilas Info

LUMBUNG IKAN NASIONAL

Sekda Maluku Sebut Pemprov Sudah Lakukan Berbagai Upaya Percepatan LIN

satumalukuID/Ian Toisutta Sekretaris Daerah Maluku Kasrul Selang.

satumalukuID - Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku, Kasrul Selang, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku telah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat proses Maluku dengan Lumbung Ikan Nasional (LIN), sejak dicanangkan oleh Predisen RI, Susilo Bambang Yudhoyono di Ambon, tahun 2010 lalu.

"Kita ingin memperjuangkan rencana ini, agar dilegalkan dalam bentuknya regulasi, yang dapat menjadi acuan oleh semua kementerian maupun non lembaga yakni dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres)," terang Kasrul, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) LIN, di Hotel Manise, Ambon, Rabu (12/08/2020).

Kasrul menyampaikan, kedatangan tim dari Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) dan Sekretariat Negara dan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mempercepat proses penyelidikan beberapa aspek terkait LIM yang diperlukan.

"Tim yang diturunkan ini untuk melihat langsung lokasi pembangunan Pelabuhan Terpadu yang direncanakan dibangun di Negeri Tulehu dan Negeri Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah yang menjadi salah satu syarat penetapan LIN.

"Kita sangat berterima kasih atas niat baik dan tindak lanjut dari persetujuan Maluku sebagai LIN oleh Menteri KKP, sebab ini menjadi entry point yang menggembirakan," jelasnya.

Dia katakan, pihaknya berharap dengan adanya kunjungan tim untuk melihat langsung lokasi dan mengikuti Rakor LIN tersebut, maka berbagai bahan masukan akan menjadi acuan untuk mempercepat proses.

"Jika bisa, luas lahan menjadi lokasi pelabuhan terpadu 500 hektar, ini akan menjadi masukan bagi kita agar dapat mempercepat prosesnya," ucap Kasrul.

Dia menambahkan, untuk lokasi LIN dibutuhkan satu kawasan pelabuhan terpadu atau terintergrasi. Dan di dalamnya harus tersedia pabrik pengolahannya.

"Selain itu ada juga industri dengan mesin-mesinnya, dan air minum listrik, dan kebutuhan lainnya. Kita juga memiliki bandara internasional yang sangat memadai untuk mendukung LIN di Maluku," ujar Kasrul.

Menurut dia, tentunya akan ada produk-produk perikanan sesuai permintaan butuh yang segar, sehingga bandara akan sangat memadai dan mempercepat proses pengiriman.

Kasrul menambah, jika pihaknya berharap dengan diterapkannya Maluku sebagai LIN maka akan dapat mendongkrak peningkatan ekonomi daerah maupun ekonomi nasional.

"Maluku memiliki potensi sumber daya perikanan sebesar 4,6 juta ton pertahun. Tentunya jika kita kelola dengan baik, akan dapat mensejahterakan masyar tidak hanya di daerah, tetapi secara Nasional," pungkasnya.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!