Sekilas Info

KASUS BNI AMBON

Enam Terdakwa Kasus BNI Ambon Divonis Bersalah, Farradhiba Yusuf Kena 20 Tahun Penjara

satumalukuID/Ian Toisutta Sidang kasus BNI Ambon yang berlangsung di Pengadilan Tipikor, Kota Ambon, Selasa (11/8/2020).

satumalukuID- Enam terdakwa kasus korupsi dan TPPU dana BNI Ambon dengan nilai kerugian Rp.58.950.000.000 divonis bersalah dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor, Kota Ambon, Selasa (11/8/2020).

Majelis hakim yang dipimpin Pasti Tarigan, menjatuhkan hukuman penjara 20 tahun untuk terdakwa Farradhiba Yusuf alias Fara, mantan wakil pimpinan BNI Ambon bidang pemasaran. Sementara Martije Muskita-Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Masohi, Chris Rumalewang-Kepala KCP Tual, Josep Maitimu-Kepala KCP Aru, Andi Rizal alias Callu-Kepala KCP Mardika dan Soraya Pellu, anak angkat Faradhiba masing-masing 18 tahun penjara.

"Terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) secara bersama-sama dan berlanjut," ucap Pasti Tarigan didampingi dua anggotanya.

Selain hukuman penjara, para terdakwa juga diwajibkan membayara denda. Untuk Fara diberikan denda Rp.1 miliar, subsider 6 bulan kurungan. Sedangkan terdakwa 2, 3, 4 dan 5 didenda masing-masing membayar Rp.500 juta, subsider 3 bulan kurungan.

Tak hanya denda, 5 terdakwa tersebut selain Soraya Pellu, juga dihukum membayar uang pengganti. Fara diminta membayar Rp.22 miliar yang dibayar paling lama 1 bulan setelah putusan tersebut berkekuatan hukum tetap. Jika tidak, dia akan di penjara 7 tahun dan 6 bulan.

Hakim juga menghukum terdakwa Chris membayar uang pengganti Rp.52 juta atau dikurung 5,6 tahun, Marice Rp.75 juta, atau dikurung 5,6 tahun, Josep Rp.398 juta atau dikurung 5,6 tahun, dan Callu Rp.35 juta.

"Soraya tidak ada (uang pengganti)," ucap Hakim Pasti Tarigan, petang tadi.

Atas putusan tersebut, hanya Penasehat Hukum dari terdakwa Fara dan Soraya yang langsunh menyampaikan pengajuan banding. Sedangkan 4 terdakwa lainnya hingga Jaksa Penuntut Umum, masih pikir-pikir.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!