Sekilas Info

LEGENDA TINJU

Notje Thomas, Petinju yang Pernah Diskors, Diminta Ganti Nama dan Bangkit Lagi Jadi Juara di PON

Notje Thomas, mantan petinju nasional yang merupakan satu dari skuat tinju "dinasti" Thomas. Kini sudah berusia 67 tahun. -dok pribadi-

APALAH arti sebuah nama. Itu ungkapan terkenal dari pujangga William Shakespare. Namun gara-gara sebuah nama lah, akhirnya membuat jejak prestasi mantan petinju Indonesia asal Maluku, Notje Thomas terhenti di arena tinju amatir internasional.

Notje Thomas lahir di Ambon 18 November 1953. Ia merupakan satu dari skuat tinju "dinasti" Thomas yang menetap di kawasan Trikora Ambon. Anggota keluarga ini mayoritas adalah petinju tim Maluku dan Indonesia bahkan juara dunia tinju pro.

Mereka adalah Nyong Thomas, Notje Thomas, Charles Thomas, Alex Thomas dan si bungsu Nico Thomas yang kemudian pindah ke tinju profesional dan menjadi orang kedua Indonesia yang juara dunia pasca Ellyas Pical. Nico juara dunia kelas terbang mini IBF pada 17 Juni tahun 1989.

Sebagaimana saudaranya Charles, Alex dan Nico, maka Notje mengenal tinju saat berusia 12 tahun dari kakaknya sendiri yang petinju yakni Nyong Thomas. "Beta latihan tinju pertama kali tahun 1965. Di usia 12 tahun dilatih beta kakak sendiri Nyong Thomas," ungkap Notje kepada satumaluku.id di Ambon, Kamis (6/8).

Notje kecil hanya berlatih. Belum naik ring tinju resmi. Waktu itu berlatih di sasana Times yang berlokasi di dekat rumahnya kawasan Trikora. Kemudian pindah ke sasana Pari di Hotel Anggrek dan Nusa Ina di Pardeis. Notje muda naik ring pertama kali pada arena tinju Pasar Malam yang berlokasi sekitar Lapangan Merdeka.

"Kalau tidak salah tahun 1969 atau 1970 beta mulai naik ring tinju resmi. Awalnya dari kelas yang disebut Andarinyo (layang ringan 45 kg, red) he he. Arenanya di Pasar Malam lokasinya sekitar Lapangan Merdeka. Saat Kejurda Ambon, beta juara setelah kalahkan John Maitimu (kakak dari mantan raja kelas layang Indonesia Herry Maitimu)," kisah Notje, yang beristrikan Lucy Sahertian dan empat orang anak.

Bakat dan talenta Notje mulai membuahkan hasil. Dia kemudian direkrut Pertina Kota Ambon dan Pertina Maluku. Bersamaan dengan itu, dia pindah berlatih di sasana Garuda Pattimura asuhan pelatih legendaris Teddy van Room dan Otje Tehupeiory di kawasan Belakang Soya.

Selanjutnya 1 2 3 4

Baca Juga

error: Content is protected !!