Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Kota Ambon Kembali Zona Merah, Sekot Sebut Masyarakat Kurang Disiplin

satumalukuID/Ian Toisutta Dari Kiri Kadis Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy, Sekretaris Kota Ambon, A. G. Latuheru dan Kabag Hukum Kota Ambon Sirjhon Slarmanat.

satumalukuID- Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, kembali menyatakan Kota Ambon berstatus zona merah dengan nilai 1,7. Sebelumnya, Kota Manise ini, berstatus zona orange dengan nilai 1,89.

Sekretaris Kota Ambon, A. G. Latuheru, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Wendy Pelupessy dan Kabag Hukum Sirjhon Slarmanat, dalam konferensi pers menyatakan perubahan status ibukota Provinsi Maluku ini dikarenakan berbagai hal. Satu diantaranya kurangnya disiplin masyarakat. Yaitu disiplin memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun.

“Ada beberapa faktor, salah satu diantaranya, ya memang disiplin masyarakat tentunya jadi ukuran kita. Apa yang disebut dengan 3D itu, katong disiplin itu yang sama sekali diabaikan atau kurang dapat perhatian dari masyarakat di Kota ini,” terangnya.

Ambon sebelumnya berada di zona merah dengan nilai 1,5. Situasi itu membuat Pemerintah Kota mengusulkan program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Berkat upaya semua instansi dan masyarakat sebagai episentrum, PSBB tahap I berhasil. Ambon berubah status zona orange bahkan hampir mencapai kuning.

“PSBB Tahap Pertama kita berada di zona merah. Dengan hasil-hasil yang begitu luar biasa dan didukung oleh seluruh komponen masyarakat sebagai episentrumnya, maka kita bisa keluar dari zona merah saat itu dengan nilai 1,5, kita masuk ke zona orange dengan nilai 1,89,” kenangnya.

Posisi zona orange bertahan cukup lama, bahkan hampir berubah ke warna kuning. Sayangnya, kesimpulan berdasarkan analisa dan kerja-kerja tim jika Ambon bisa keluar dari zona rawan, terbantahkan.

“Kita masuk ke PSBB transisi tahap I, tahap II, banyak kemudahan, kelonggaran yang kita berikan dan ternyata bahwa kita tidak mampu untuk melaksanakan berbagai protokoler kesehatan, sehingga sesuai hasil rilis semalam dari tim gugus nasional, ternyata kita kembali ke zona merah dengan nilai 1,7,” jelasnya.

Lantas, apa langkah pemerintah kota Ambon terkait masalah tersebut, kata Latuheru akan disampaikan Senin, pekan depan.

“Kita sudah mulai kaji hari ini, dan besok. Hasilnya nanti akan disampaikan hari Senin depan,” tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!