Sekilas Info

MASALAH PERTAMBANGAN

Dulu Ditutup Kapolda Irjen Royke Lumowa, Wacana Tambang Emas Gunung Botak Dibuka Perlu Kajian

Tim Bareskrim Mabes Polri yang melakukan penyegelan lokasi operasional PT PIP di Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku, beberapa waktu lalu. (foto: lili tan ohorella)

satumalukuID - Anggota DPRD Maluku, Ikram Umasugy menyatakan dukungannya terhadap wacana membuka kembali lokasi penambangan emas di kawasan Gunung Botak di wilayah Kabupaten Buru, asalkan ada kajian awal secara mendalam atas berbagai aspek.

"Kalau lokasi itu  dibuka lagi, dari satu sisi merupakan sebuah langkah yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat, apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini menyebabkan banyak orang mengalami kesulitan ekonomi," kata Ikram di Ambon, Minggu (2/8/2020).

Politisi DPRD Maluku asal dapil Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan ini menilai, areal Gunung Botak sudah lama ditutup dari aktivitas penambangan emas tanpa izin karena banyak muncul tindak pidana pencurian hingga pembunuhan hingga menimbulkan masalah kerusakan lingkungan.

Sehingga aparat keamanan baik dari unsur TNI maupun POLRI selama ini melakukan pengamanan ketat di seluruh lokasi tersebut agar tidak dimasuki para penambang ilegal.

Berdasarkan data satumalukuID, aktivitas tambang emas di Gunung Botak, menjadi perhatian khusus Irjen Pol Royke Lumowa di awal-awal masa kepemimpinannya sebagai Kápolda Maluku tahun 2018 Lalu. Dia kemudian bersikap tegas menutup aktivitas tambang emas di Gunung Botak setelah beberapa tahun sebelumnya tak berhasil sekalipun ada instruksi dari Presiden Joko Widodo.

Tanpa ragu, Irjen Royke menindak tegas siapapun yang coba-coba beraktivitas lagi secara liar di sana. Bahkan tanpa ragu pula, menindak perusahaan yang mendapat izin resmi untuk beraktivitas Gunung Botak saat melakukan kesalahan. Hasilnya, Gunung Botak selama masa kepemimpinannya bersih dari semua aktivitas pertambangan.

“Itulah kenapa masalah gunung botak bisa terselesaikan yaitu karena semua aparat komit dan bersungguh-sungguh melakukan penagakan hukum,” katanya suatu hari. (Baca: Pemberantasan Penambangan Ilegal di Gunung Botak Pulau Buru Berhasil karena Aparat Tegas)

Lebih lanjut Umasugi menjelaskan, Kapolda Maluku irjen Pol Drs. Baharudin Djafar sempat mengunjungi pos pengamanan gabungan TNI/POLRI akhir Juli 2020 dan menjelaskan kalau awal dari permasalahan penambangan ini alasannya karena dalam pengelolaan tambang yang tidak benar sehingga menimbulkan kericuhan serta gangguan Kamtibmas yang terjadi.

Kapolda juga mengatakan kalau dalam koordinasi kedepannya, insyaallah pekerjaan dalam pengelolaan tambang emas di Gunung Botak ini bisa dibuka dan berjalan dengan baik sesuai prosedur. (Baca: Tinjau Lokasi Tambang Emas Gunung Botak Buru, Kapolda Maluku Harap Dibuka Kembali Sesuai Prosedur)

Menyikapi hal tersebut, Ikram mengaku sangat setuju jika tambang emas Gunung Botak kembali dibuka karena hal inilah yang ditunggu masyarakat setempat. Namun perlunya ada pengkajian secara detail sehingga dampak pencemaran lingkungan akibat aktivitas penambangan, dari awal bisa disiapkan perencanaan yang matang.

"Yang namanya dampak buruk dari aktivitas penambangan itu pasti ada, tetapi kajian dari berbagai aspek seperti lingkungan, hingga sosial kemasyarakatan perlu dilakukan untuk meminimalisir dampak-dampak negatif yang akan terjadi," tegasnya.

Baca Juga

error: Content is protected !!