Sekilas Info

KASUS KDRT

Aniaya Istri dan Anak Pakai Parang, La Adili Diringkus Aparat Polresta Pulau Ambon

satumalukuID/Istimewa Ilustrasi tahanan

satumalukuID- La Adili, wajib meringkuk di dalam penjara. Dia tega menganiaya istri dan putrinya sendiri menggunakan senjata tajam (parang). Istrinya WA (33) menderita luka robek di kedua tangan, sementara putrinya H (15) terluka di bibir. Keduanya tersayat sabetan parang dari kepala keluarga tersebut.

Kasus dugaan tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan kekerasan terhadap anak di bawah umur ini terjadi pada rumah korban, di kawasan Ahuru Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Kamis (30/7/2020) sekira pukul 01.30 WIT.

Kepala Satuan Reskrim Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKP. Mido J. Manik, saat dikonfirmasi satumalukuID, Jumat (31/7/2020), mengungkapkan bahwa peristiwa ini berawal ketika La Adili datang ke rumah, tempat kejadian perkara (TKP) sambil marah-marah. Kala itu korban WA sedang tidur di ruang tamu rumah mereka.

Di dalam rumah, lelaki 36 tahun itu berteriak menanyakan anak-anaknya. Korban WA terbangun lalu menunjukan anak mereka yang tidur bersama di ruang tamu. Pelaku yang emosi kembali menyahut dirinya ingin membawa anak-anaknya pergi.

Mendengar penyampaian pelaku, korban menolak. Sebab, saat itu sudah larut malam. Adu mulut antara pasangan suami istri itu akhirnya tak bisa terelakan. Pelaku naik pitam hingga menonjok leher korban sampai terduduk lemas di atas kasur.

Tak sampai di situ saja, pelaku yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut, diduga tak mampu menahan amarah. Dia berjalan masuk ke dalam dapur dan kembali menghampiri korban sambil memegang parang.

“Saat itu Korban mengira tersangka hanya mengancam saja. Selanjutnya tersangka langsung mengayunkan parang ke atas kepala korban. Korban langsung menutup bagian atas kepala dengan tangan kanannya, sehingga parang tersebut mengenai pergelangan tangan kanannya,” ungkap Mido.

Dibacok sang suami, korban langsung berteriak dan kemudian berdiri. Tersangka kembali mengayunkan parang ke arah kepala sang istri yang telah memberinya dua orang anak tersebut. Ayunan parang suami untuk keduanya kalinya kembali ditepis dengan cara menangkis menggunakan tangan kirinya.

“Korban saat itu langsung terjatuh ke lantai. Saat itu anak korban, H, mau mendorong tersangka. Tapi tersangka langsung mengayunkan parang mengenai bibir anaknya itu, dan mendorongnya ke dinding. Tersangka juga memukulnya dengan pegangan parang,” terangnya.

Saat itu, parang tersangka berhasil dirampas oleh putranya, N. Tak berselang lama, tetangga Korban WB masuk ke dalam rumah dan menolong mereka. Para korban kemudian dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara Polda Maluku untuk mendapat perawatan medis.

“Tersangka memotong tangan korban WA sebanyak dua kali, yang mengenai bagian pergelangan tangan kanan dan kiri. Dia juga menusuk perut sebelah kiri korban. Lalu tersangka menusuk korban H mengenai bibir bawah sebelah kanan hingga robek,” jelasnya.

Atas kejadian itu, aparat Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease dibantu Polsek Sirimau melakukan pengejaran terhadap tersangka. Dia akhirnya berhasil dibekuk di sekitar jalan AY. Patty, saat itu juga tepat sekira pukul 17.00 WIT.

“Sudah kita jerat menggunakan Pasal 44 UU RI No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan atau Pasal 80 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Tersangka sudah kami tahan,” tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!