Sekilas Info

BLOK MASELA

Nahdatul Ulama Maluku Nilai Serapan Tenaga Kerja Blok Masela Cenderung Tertutup

satumalukuID/Istimewa Agenda Reses bersama Anggota DPR RI, Saadiah Uluputty (kiri) dengan jajaran pimpinan dan pengurus wilayah NU Maluku, di Kantor NU Maluku, Kawasan Tantui Ambon, Rabu (29/7/2020).

satumalukuID - Proyek Blok Masela diperkirakan akan memberi multiplier effect kepada Maluku. Tumbuhnya aktivitas ekonomi pendukung di berbagai sektor serta indusrti hilir dipastikan membutuhkan konten lokal yang jauh lebih besar.

Menyikapi hal tersebut, Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Provinsi Maluku, Jamil Difinubun mengingatkan agar penyediaan faktor produksi lokal untuk pengembangan Blok Masela, dalam bentuk penyediaa tenaga kerja, memberi prioritas dan perhatian kepada sumber daya manusia (SDM) dari Maluku.

Pernyataan tersebut disampaikan Jamil Difinibun, pada agenda Reses bersama Anggota DPR RI, Saadiah Uluputty dengan jajaran pimpinan dan pengurus wilayah NU Maluku, yang berlangsung di Kantor NU Maluku, Kawasan Tantui Ambon, Rabu (29/7/2020).

Pengawalan serapan tenaga kerja asal Maluku, disebut Jamil, harus dikawal dan diperjuangkan bersama, baik pemerintah daerah maupun DPR dan DPRD Maluku.

“Jangan perhatian hanya berhenti pada perjuangan Participating Interest (PI) 10% bagi Maluku, namun pengawalan serapan SDM anak – anak Maluku pada proyek Blok Masela harus juga diperjuangkan oleh pemda dan legislative,” tandasnya.

Dia memberi sinyal, jika kepastian serapan SDM asal Maluku tidak diperjuangkan dan diberi perhatian memadai, maka SDM Maluku hanya menjadi penonton.

"Serapan tenaga kerja untuk mengabdi di proyek Blok Masela, ada gejala tidak dibuka secara transparan. Bahkan cenderung tertutup," nilai Jamil.

Da mencontohkan, pada akhir tahun 2019, ada informasi rekruitmen tenaga kerja seperti tenaga teknis, security, sopir lewat dinas tenaga kerja. Pihaknya sempat mengecek informasi tersebut namun tidak menyebar ke semua daerah kabupaten dan kota di Maluku. Hanya prioritas pada daerah tertentu.

“Pengkhususan model ini harus segera diakhiri. Saya sesalkan jika daerah laindi Maluku hanya mendengar, tapi tidak dapat mengakses lowongan demikian”, sesal Jamil.

Blok Masela kata Jamil adalah proyek kelas kakap. Ada capital flow mengalir cukup besar. Maka menurut dia, pemerintah daerah, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan investor (Inpex), tidak boleh abai terhadap keberadaan SDM asal Maluku.

“Blok Masela akan menyerap banyak SDM dengan berbagai latar belakang kompetensi. SDM Maluku dapat disiapkan kompetensi secara dini sehingga mereka ikut berkiprah baik lewat pelatihan vokasi maupun pendidikan lanjut yang sesuai," tandasnya.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!