Sekilas Info

Mantan Sekda dan Bendara Pemkab Buru Diserahkan ke Jaksa dengan Uang Tunai Rp.2,2 Miliar

satumalukuID/Istimewa

satumalukuID- Penyidik subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Maluku, menyerahkan dua tersangka korupsi yaitu mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru, Ahmad Assagaff dan Bendahara Harian, La Joni Ali kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Rabu (29/7/2020).

Dokumen berkas perkara kedua tersangka bersama barang bukti uang tunai sebesar Rp. 2.216.300.000, diserahkan di Kantor Kejati Maluku, Kota Ambon. Sementara kedua tersangka sendiri diserahkan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Namlea, Kabupaten Buru.

Uang tunai miliaran rupiah hasil kejahatan itu sebelumnya diambil dari tempat penitipan di Bank Indonesia. Selanjutnya diserahkan untuk ditampung di rekening JPU Kejati Maluku yang berada di Bank Mandiri.

Tersangka Ahmad dan La Joni diduga melakukan penyalahgunaan pengelolaan keuangan daerah, untuk belanja penunjang operasional Kepala Daerah (KDH), dan Wakil Kepala Daerah (WKDH) pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kabupaten Buru, tahun 2016, 2017, dan 2018.

“Penyerahan berkas dan dokumen barang bukti berlangsung di Kejati Maluku sekitar pukul 10.00 WIT. Sedangkan kedua tersangka sendiri diserahkan di Kejari Namlea sekitar pukul 10.30 WIT,” kata Direktur Krimsus Polda Maluku, Kombes Pol Eko Santoso.

Menurutnya, kedua tersangka Ahmad dan La Joni, oleh Kepala Seksi Penuntutan Kejati Maluku, Achmad Attamimi, telah dilakukan penahanan terhadap mereka.

Mantan Kabag Ops Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease ini menjelaskan, penetapan kedua tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara. Gelar saat itu dihadiri oleh pengawas internal (Irwasda) dan Propam Polda Maluku.

“Hasilnya memang telah terjadi tindak pidana korupsi, dan berdasarkan alat bukti maka keduanya ditetapkan sebagai tersangka,” jelasnya.

Atas perbuatan kedua pejabat di Pemerintahan Kabupaten Buru itu, dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 junto Pasal 18 Undang-undang RI ayat 31 Tahun 1999 junto Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Untuk diketahui, perbuatan Ahmad Assegaff dan La Joni Ali diduga telah merugikan negara sebesar Rp.3 miliar lebih. Mereka ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik subdit 3 tipidkor Ditreskrimsus Polda Maluku pada Senin (9/12/2020) lalu.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!