Sekilas Info

Usai Meninjau Renovasi Gedung Rektorat IAIN Ambon, Wamen PUPR Dihadang Mahasiswa

satumalukuID/Istimewa

satumalukuID- Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon secara spontan melakukan aksi unjuk rasa dan memblokade gerbang kampus. Mereka menghadang Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, John Wempi Wetipo, saat hendak meninggalkan kampus hijau itu, Senin sore (27/7/2020).

Wamen-PUPR John baru saja meninjau pengerjaan sejumlah proyek rehabilitasi pasca bencana alam di Kota Ambon, yang ditangani langsung oleh Kementerian PUPR.

Aksi penghadangan dilakukan agar Wamen John dapat menerima aspirasi mahasiswa, untuk disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri terkait Pemotongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 15%. Mereka menginginkan agar UKT dipotong hingga 50 %.

Sayangnya, demontrasi mahasiswa dicegat aparat kepolisian. Mereka dinilai melakukan aksi salah sasaran. Sebab, mestinya tuntutan mereka tersebut disampaikan saat kedatangan Menteri Dalam Negeri beberapa waktu lalu.

Meski sempat terjadi aksi saling dorong dengan aparat kepolisian, namun peristiwa itu tidak berbuntut anarkis. Upaya mediasi aparat hingga Wakil Rektor IAIN Ambon membuahkan hasil. Wamen berhasil meninggalkan kampus sekira pukul 17.00 WIT menuju Swissbell Hotel Ambon.

Dalam kunjungan itu, Wamen melihat dari dekat proses pengerjaan gedung lantai III tersebut. Tak saja melihat, ia juga memegang dan memeriksa konstruksikan bangunan, dan menanyakan soal ketahanannya kepada pihak pengerja PT. Waskita.

Wamen didampingi Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, M.Ag, sejumlah Dirjen di Kementerian PUPR, Kepala Balai Prasarana Wilayah Maluku Khalil Kastela, dan Kepala Dinas PU Provinsi Maluku, Mohammat Marasabessy.

Dari hasil pantauannya ini, Wamen ingin memastikan agar pembangunan Gedung Rektorat IAIN Ambon sudah dapat selesai dikerjakan dalam waktu dekat. Ia lalu memberikan ultimatum ke Balai Prasarana Wilayah Maluku, bahwa proyek rehab gedung IAIN Ambon harus selesai di bulan Oktober 2020 mendatang. Saat ini, pengerjaannya telah mencapai 54 persen, sehingga beberapa bulan ke depan sudah dapat selesai dan kembali digunakan seperti sebelumnya.

Selain gedung IAIN Ambon, Wamen juga menyempatkan kunjunganya ke RSUD dr Ishak Umarela di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Selanjutnya, besok Wamen dijadwalkan akan berangkat ke Pulau Seram guna melakukan peninjauan terhadap sejumlah proyek lainnya yang menjadi bidang penanganan Kementerian PUPR.

Wamen berharap, seluruh proyek PUPR yang ada di Maluku dapat segera diselesaikan di pertengahan tahun ini. Penting, agar ke depan dapat kembali dibuatkan rencana untuk pembangunan lainnya di Maluku.

Kepala Balai Prasarana Wilayah Maluku Khalil Kastela yang ikut mendampingi Wamen membenarkan bahwa proses pengerjaan gedung Rektorat IAIN Ambon selesai di bulan Oktober. Sementara dua gedung lainnya, seperti Pusat Perpustakaan dan Laboratorium MIPA, sudah selesai tahapan lelang, dan sesuai jadwalnya, akan dikerjakan pada bulan Agustus 2020.

Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, yang turut hadir, sangat berharap agar gedung rektorat dapat kembali digunakan. Seperti diketahui, gedung ini mengalami kerusakan akibat gempa bumi dan pergerakan tanah di sekitar gedung. Tak saja gedung Rektorat, tapi juga gedung Pusat Perpustakaan dan Gedung Laboratorium yang kini pindah di Training Center IAIN Ambon. Untuk gedung Rektorat sendiri, kata Rektor, saat ini masih menempati Gedung Studen Center, yang merupakan gedung khusus untuk aktifitas mahasiswa.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!