Sekilas Info

Sambangi Pesantren di Namlea, Kapolda Sebut Sekarang Orang Bangga Anaknya Penghafal Alquran

satumalukuID/Istimewa

satumalukuID- KH. Abu Imam, Ketua Yayasan Al-Anshor, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Cabang Namlea, Kabupaten Buru, mengaku baru pertama kali seorang Kapolda Maluku datang berkunjung dan bersilaturahmi di tempat pendidikan hafal Alquran tersebut.

Pernyataan itu disampaikan dalam sambutannya saat menerima kedatangan Kapolda Maluku Irjen Pol Baharudin Djafar, didampingi Karo Ops dan Direktur Intelkam Polda Maluku, serta Kapolres Pulau Buru AKBP. Ricky Purnama Kertapati, dan Wakapolres Kompol Bachri Hehanussa.

Tujuan utama kedatangan orang nomor 1 Polri di Provinsi Maluku tersebut adalah untuk bersilaturahmi dengan para santri/santriwati atau para siswa dan siswi Pondok Pesantren tersebut. Dia disambut langsung oleh Ketua Yayasan Al-Anshor KH. Abu Imam.

“Kita bersyukur kepada Allah karena hari ini kita bisa bertemu dengan bapak Kapolda. Ini kujungan pertama pimpinan Polri di provinsi yang hadir di pondok pesantren kita ini," ungkap KH. Abu Imam.

Abu Imam berharap kunjungan orang nomor 1 Polda Maluku bersama jajaran yang pertama kali sepanjang sejarah ini dapat memberikan motivasi, semangat dan dukungan masyarakat atas keberadaan pasantren tersebut.

“Kami mohon dukungan dan suport (dari Kapolda) sebagai orang tua sekaligus memberikan motivasi bagi anak-anak kita yang berada di pondok pesantren ini," pintanya.

Senada, Kapolda Baharudin, juga mengucap syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Sebab, dirinya dapat meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan siswa dan siswi di pondok pesantren tersebut.

“Kami dapat bersilaturahmi dengan anak-anakku yang sedang berjuang menuntut ilmu di pondok pesantren ini, karena besar sekali manfaat yang diambil. Dulu orang bangga kalau anaknya menjadi pejabat, tapi sekarang orang bangga kalau anaknya bisa hafal Alquran," terangnya.

Jenderal bintang dua di pundaknya itu menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada pihak pesantren yang telah berupaya mendidik para generasi muda menjadi anak-anak Hafidzul Qur'an (Penghafal Alquran).

Kapolda yang hobi berdakwah ini mengatakan, seorang penghafal Alquran telah mempunyai kedudukan tinggi diakhirat. Bahkan para orang tua akan diberikan mahkota yang terang dari cahaya matahari.

“Begitu mulia dan bangganya para orang tua kelak yang berhasil membesarkan anaknya sebagai Tahfidzul Qur'an," sebutnya.

Dia berharap, dengan kehadiran Pondok Tahfidzul Qur'an ini, mampu melahirkan para generasi-generasi yang akan membawa kedamaian dan barokah.

"Barang siapa yang menyerahkan hidupnya di jalan yang hak, maka Allah akan menjamin kehidupannya hingga rezkinya," pungkasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!