Sekilas Info

PEMBOBOLAN DANA NASABAH

Tersangka Kasus BNI Ambon Diserahkan ke Jaksa dengan Uang Tunai Rp.2,4 Miliar

satumalukuID/Humas Kejati Maluku

satumalukuID- Setelah sembuh dari Covid-19, tersangka kasus BNI Ambon, Tata Ibrahim, diserahkan penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Maluku. Dia diserahkan dengan sejumlah barang bukti, salah satunya uang tunai sebesar Rp.2.442.400.000.

Penyerahan Tata Ibrahim yang merupakan pejabat Divisi Humas BNI Wilayah Makassar dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi serta Pencegahan dan Pemberantasan Pencucian Uang pada BNI Ambon itu dilangsungkan di Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku, Kota Ambon, Jumat (24/7/2020).

“Benar hari ini Penuntut Umum Achmad Atamimi dan Ruslan Marasabessy, menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) atas nama tersangka T.I (Tata Ibrahim),” kata Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada satumalukuID.

Dalam penyerahan tersangka terakhir kasus pembobolan dana nasabah BNI Ambon tersebut, penuntut umum juga menerima sejumlah barang bukti yang telah disita penyidik dari tangan pegawai bank pelat merah itu.

“Penuntut Umum juga menerima penyerahan barang bukti berupa surat-surat, 1 unit handphone merek Samsung dan uang tunai senilai dua milyar empat ratus empat puluh dua juta empat ratus ribu rupiah,” tambah Samy.

Menurutnya, uang miliaran rupiah yang telah diterima dari tangan penyidik kepolisian tersebut, selanjutnya dititipkan di rekening penitipan Kejaksaan yang berada pada Bank Mandiri Kantor Cabang Ambon Pantai Mardika.

“Setelah dilakukan penyerahan tahap II selanjutnya tersangka ditahan oleh Penuntut Umum dengan jenis penahanan Rutan pada Rutan Polda Maluku selama 20 hari ke depan, terhitung mulai hari ini (Jumat kemarin),” tandasnya.

Tata Ibrahim merupakan orang ke 7 dari 8 tersangka kasus pembobolan dana nasabah BNI Ambon sebesar Rp.58.950.000.000 yang diserahkan polisi. Sebelumnya Wiliam Alfred Ferdinandus, teller BNI Ambon yang merupakan tersangka ke 8 diserahkan pada Rabu (24/6/2020).

Untuk 6 tersangka lainnya yang dijerat duluan telah duduk sebagai terdakwa di pengadilan. Bahkan pada Jumat (24/7/2020) kemarin, mereka dituntut jaksa penuntut dengan hukuman bervariasi yaitu mulai dari 20 sampai 11 tahun penjara.

Mereka adalah Faradhiba Jusuf alias Fara, terdakwa utama yang dituntut 20 tahun, kemudian Marce Muskitta alias Ace, 11 tahun, Krestianus Rumahlewang alias Kres, 13 tahun, Joseph Resley Maitimu alias Ocep, 15 tahun, Andi Yahrizal Yahya alias Calu, 15 tahun dan Soraya Pelu alias Ola, 20 tahun penjara.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!