Sekilas Info

Sambangi Buru Selatan, Kapolda Ingatkan Kapolres yang Semena-mena akan Dicopot

satumalukuID/Istimewa

satumalukuID- Kapolda Maluku Inspektur Jenderal Polisi Baharudin Djafar, kembali mengingatkan Kapolres dan personel Polri yang melakukan tindakan semena-mena terhadap masyarakat. Dia tidak segan-segan untuk mencopot bahkan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Penegasan itu disampaikan dihadapan Bupati Buru Selatan (Bursel) Tagop Sudarsono Soulissa, jajaran TNI dan Polri di Markas Kompi Senapan D Yonif 731/Kabaressi, Bursel, Sabtu (25/7/2020).

Sebelumnya, kedatangan Orang nomor 1 Polda Maluku ini dijemput secara langsung oleh Komandan Yonif 731/Kabaresi, Letkol Inf. I. Putu Ekasana Indra Putra, dan Bupati Bursel Tagop Sudarsono Soulisa, beserta Forkopimda setempat.

Dalam arahannya, jenderal bintang dua di pundaknya itu menyampaikan situasi perkembangan dan kondisi penanganan kasus virus korona yang melanda sejumlah daerah di Maluku.

Dia juga salut dengan Bursel sendiri yang hingga kini masih berstatus zona hijau atau terbebas dari penyebaran korona virus.

"Kabupaten Buru Selatan ini adalah contoh dan teladan dalam tugas. Peran pemerintah dalam mengatasi situasi pandemi, sehingga sampai saat ini Kabupaten Buru Selatan ini tidak ada yang terpapar Covid-19," katanya.

Sebagai salah satu wakil ketua percepatan penanganan Covid-19, Baharudin mengaku akan senantiasa berusaha dan membantu masyarakat sehingga keluar dari situasi saat ini.

"Saya selaku wakil ketua percepatan penanganan Covid-19 saya akan terus berusaha dalam membantu untuk mengatasi situasi ini sampai ada Vaksin yang di temukan untuk mengatasi virus Covid-19 ini," terangnya.

Kabupaten Bursel merupakan satu dari empat daerah di Provinsi Maluku yang melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020.

Mantan Kapolda Sulawessi Barat ini menekankan kepada anggota Polri mulai dari Kapolres hingga jajarannya, harus benar dalam setiap mengambil tindakan pengamanan Pilkada di daerah ini.

"Kita harus mengutamakan fungsi dan peran kita dalam melayani. Harus diutamakan netralitas dan berjalan sebagaimana mestinya dengan situasi yang kondusif dan aman," pintanya.

Netralitas, tambah Baharudin, penting dilakukan. Sehingga siapa pun yang akan terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati merupakan pilihan bersama.

"Apabila di dapati anggota Polri yang buat pelanggaran dan mengambil tindakan yang semena-mena dan tidak benar dalam terselenggara Pemilu ini, saya tidak segan segan memproses dan Kapolresnya juga sekalipun saya akan copot dari jabatannya," tegasnya.

Baharudin menghimbau personel TNI dan Polri sebelum menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat, harus dimulai dari diri sendiri atau dalam keluarga masing-masing.

"Sebagai seorang bapak kepala rumah tangga, bagaimana kita menghimbau keluarga dan mengarahkan istri dan anak kita menjadi contoh yang baik, baru kita lakukan tugas kita di luar sana untuk melayani masyarakat," ajaknya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!