Sekilas Info

DUTA PERANGI STUNTING

Di Webinar Nasional Parenting, Widya Murad Paparkan Komitmennya sebagai Duta Perenting Maluku

satumalukuID/Humas Pemprov Maluku Duta Parenting Provinsi Maluku, Widya Murad Ismail, menyampaikan testimoni tentang pengalamannya memerangi stunting di Maluku, Sabtu (25/7).

satumalukuID - Duta Perangi Stunting (Parenting) Provinsi Maluku, Widya Murad Ismail, menyebutkan bahwa  tanggungjawab sebagai Duta Parenting serius dia dijalankan, sebab Maluku adalah provinsi dengan tingkat stunting yang sangat tinggi.

"Tingginya angka kemiskinan merupakan akar permasalahan kesehatan dan gizi di Maluku," tandas Widya saat Webinar Nasional mengenai stunting dan Covid-19, yang dilaksanakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Pattimura bersama BKKBN Provinsi Maluku, Sabtu (25/07/2020).

Menurut Widya, tempat tinggal yang tidak sehat, masalah perilaku, kesadaran dan inisiatif hidup sehat yang masih rendah, akses terhadap pelayanan kesehatan juga rundah, kondisi ini semakin memperburuk derajat kesehatan masyarakat.

Berdasarkan riset kesehatan dasar tahun 2018, kata Widya, prevalensi stunting di Maluku mencapai angka 34 persen.

"Hal tersebut menjadikan Maluku termasuk daerah rawan dengan tingkat stunting yang tinggi setelah Nusa Tenggara Timur. Selain itu kondisi geografis Maluku yang luas dan berupa kepulauan juga menjadi tantangan tersendiri," terangnya.

Widya menjelaskan, secara geografis, Provinsi Maluku terdiri dari 1.340 pulau dengan luas wilayah 712.480 Km2, terdiri dari 92,4 persen lautan, dan hanya 7,6 persen daratan.

"Luas wilayah Maluku jauh lebih luas dari luas daratan Pulau Jawa, yang hanya 128.297 Km2. Kondisi ini semakin sulit karena kecilnya APBD Provinsi Maluku, akibat dari formula perhitungan DAU(Dana Alokasi Umum) yang hanya memperhitungkan luas daratan," ungkapnya.

Widya menyampaikan, akses dan aksesibilitas ke pulau-pulau di Maluku, baik melalui laut maupun udara begitu sulit dan mahal.

"Situasi ini mengakibatkan kemiskinan sangat sulit dihindari, sehingga berdampak pada tingginya kasus stunting dan gizi buruk di Maluku. Dan turut memperlambat percepatan pembangunan, karena disparitas atau kesenjangan," ucapnya.

Widya lantas mengajak semua masyarakat dan pihak untuk tidak putus asa dan pesimis. Sebagai Duta Parenting sebagai Istri Gubernur dan ibu bagi anak-anak Maluku, dia mengaku terus berusaha menyempatkan waktu untuk turun langsung ke desa-desa locus stunting di pulau-pulau terpencil, agar dapat menyentuh dan mengajak langsung masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!