Sekilas Info

PEMBOBOLAN DANA NASABAH

Kasus BNI Ambon Jaksa Tuntut 20 Tahun, Tidak Ada Yang Meringankan Faradhiba

satumalukuID/Ian Toisutta Jaksa menyerahkan dokumen tuntutan kepada majelis hakim dan penasehat hukum enam terdakwa.

satumalukuID- Enam terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dan pencucian uang (TPPU) pada BNI Ambon, dituntut bersalah. Faradhiba Jusuf alias Fara dan anak angkatnya Soraya Pelu diancam 20 tahun penjara. Khusus untuk Fara, jaksa sebut tidak ada keringanan.

Sidang pembacaan tuntutan kasus pembobolan dana nasabah BNI Ambon terhadap enam terdakwa dipimpin Hakim Ketua Pasti Tarigan, didampingi dua hakim anggota di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon, Kota Ambon, Jumat (24/7/2020).

Dalam amar tuntutan setebal seribu seratus lebih halaman yang dibaca bergantian oleh jaksa penuntut dipimpin Youchen Ahmadali itu, menyebutkan terdakwa Faradhiba alias Fara, Marce Muskitta alias Ace, Krestianus Rumahlewang alias Kres, Joseph Resley Maitimu alias Ocep, Andi Yahrizal Yahya alias Calu dan Soraya Pelu alias Ola, bersalah melakukan tipikor dan TPPU secara bersama-sama dan berlanjut.

“Terhadap terdakwa Fara, hal yang meringankan tidak ada. Hal yang memberatkan sebagai salah satu unsur pimpinan BNI Kantor Cabang Utama Ambon, terdakwa tidak menunjukan tanggungjawabnya, perbuatan terdakwa menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat (Publik trust) terhadap lembaga perbankan khususnya pada BNI,” sebutnya.

Menghukum terdakwa Fara dengan pidana penjara selama 20 tahun dan denda sejumlah Rp.1 milyar subsider 6 bulan kurungan. Membayar uang pengganti sejumlah Rp.49.070.000.000 paling lama 1 bulan setelah putusan ini, kalau tidak terdakwa dipenjara selama 10 tahun.

Sementara Marce Muskitta alias Ace, Pimpinan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Masohi dituntut 11 tahun penjara, denda Rp.500 juta subsider 3 bulan kurungan. Ace juga dibebankan uang pengganti Rp.75 juta atau dikurung selama lima tahun dan enam bulan penjara.

Sedangkan Krestianus Rumahlewang alias Kres, KCP Tual dituntut 13 tahun, denda Rp.500 juta subsider tiga bulan. Terdakwa juga dibebankan membayar uang pengganti sejumlah Rp.50 juta. Joseph Resley Maitimu alias Ocep, KCP Aru dituntut 15 tahun, denda Rp.500 juta subsider 3 bulan kurungan, serta dibebankan membayar uang pengganti Rp.100 juta, kalau tidak dipenjara selama tujuh tahun dan enam bulan.

Untuk terdakwa Andi Yahrizal Yahya alias Calu, Pimpinan Kas BNI Pasar Mardika dituntut 15 tahun penjara, denda Rp.500 juta subsider 3 bulan kurungan. Terdakwa juga dibebankan membayar uang pengganti sejumlah Rp.35 juta. Terdakwa terakhir Soraya Pelu dituntut 20 tahun, denda Rp.1 milyar subsider 6 bulan kurangan.

Menurut Jaksa, perbuatan keenam terdakwa merupakan perbuatan berlanjut, melakulan tarnsaksi non fisik di BNI Cabang Utama Ambon yang mengakibatkan kerugian pada Bank Pemerintah itu sebesar Rp. 58.950.000.000.

“Menyatakan perbuatan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 2 ayat 1, pasal 18 ayat (1), (2), dan (3) UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaiman ditambah dengan pasal UU nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55ke-1 KUHPidana jo Pasal 64 ayat (1) KHUPidana dan TPPU pasal 3 UU nomor 8 tahun 2010 jo pasal 55 ke-KUHP dan Pasal 64 ayat (1) KUHPidana,” baca jaksa.

Usai pembacaan tuntutan, hakim mempersilahkan keenam terdakwa melalui tim penasehat hukum diantaranya Firel Sahetapy dan Edoward Diaz untuk mengajukan fledoy atau pembelaan untuk dibacakan dalam persidangan yang diagendakan pada Selasa (4/8/2020) mendatang.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!