Sekilas Info

DUGAAN KORUPSI

Diduga Selewengkan DD dan ADD 3 Pejabat Desa Tial Maluku Tengah Dipolisikan Warganya

satumalukuID/Freepik.com Ilustrasi dugaan korupsi

satumalukuID- Tiga pejabat Desa Tial, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, diantaranya SR, Penjabat Desa, SD, Sekretaris, dan AT, Kaur Pembangunan, resmi dipolisikan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku, Kamis (23/7/2020).

Tiga pejabat tersebut diduga telah menyelewengkan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) Tial sejak tahun 2015 sampai dengan 2019 sebesar ratusan juta rupiah.

“Tadi kami ke SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polda Maluku. Namun kami diminta langsung melapor ke Ditreskrimus di Mangga Dua. Laporan kami sudah diterima oleh piket jaga,” kata Bahtiar Tatuhey, Kepala Pemuda Desa Tial kepada wartawan di Kota Ambon.

Dalam laporan polisi tersebut, tiga pejabat itu diduga menyelewengkan DD dan ADD melalui berbagai kegiatan pembangunan desa. Diantaranya pembuatan lapangan sepakbola Tial dengan Pagu Anggaran DD tahun 2019 sebesar Rp.190.625.000.

Dalam pelaksanaannya, total biaya yang dikerjakan dalam pembuatan lapangan sepakbola tersebut hanya sebesar Rp.42.500.000. Sehingga diduga telah terjadi penyalahgunaan keuangan DD atau korupsi sebesar Rp.148.000.000.

Bahtiar mengatakan, pelaksana pekerjaan itu adalah AT, Kaur Pembangunan dan SD, Sekdes dan penanggungjawabnya penjabat desa SR. Selain pembuatan lapangan sepakbola, juga ada program pembersihan lingkungan dengan Pagu anggaran sebesar Rp.40.175.000 yang bersumber dari DD tahun 2019. Dalam laporan polisi yang diterima, realisasi kegiatan itu tidak ada alias fiktif.

Dugaan penyelewengan anggaran atau fiktif juga terjadi di dalam Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dengan Pagu sebesar Rp.90.000.000 yang bersumber dari DD tahun 2017, 2018 dan 2019. Ada juga program pembersih lingkungan, dengan pagu anggaran sebesar Rp 40.175.000. Anggarannya berasal dari DD tahun 2019.

Tak hanya itu, ada juga dana operasional Saniri Negeri sebesar Rp35.188.000, yang sumber anggarannya dari DD tahun 2015-2018, kemudian pemberian intensif saniri negeri atas nama Abd. Rahim Maatita sejak tahun 2015-2020 sebesar Rp.30.000.000 dan pengadaan karpet masjid tahun 2019 sebesar Rp.56.375.000.

“Anggran-anggaran ini tidak ada satupun yang terealisasi. Karena itu kami patut menduga ada penyalahgunaan terhadap dana-dana itu,” jelasnya.

Bahtiar berharap, dengan adanya laporan tersebut aparat kepolisian dapat memanggil sejumlah pihak terlapor untuk dimintai pertanggungjawabannya sehingga tidak menjadi fintah di tengah masyarakat.

“Kami masyarakat Tial berharap sungguh kepada kepolisian dalam hal ini Ditreskrimsus agar bisa mengungkapkan kasus ini hingga tuntas, sehingga tidak menjadi fitnah dalam masyarakat,”pintanya.

Terpisah, Direktur Krimsus Polda Maluku Kombes Pol. Eko Santoso yang dikonfirmasi satumalukuID, membenarkan adanya laporan warga terkait kasus dugaan korupsi tersebut. Laporan polisi yang dimasukan tersebut ditandatangani tiga pelapor yaitu Bahtiar Tatuhey, kepala pemuda, M. Saleh Maatita, saniri negeri dan Umar Maatita, tokoh masyarakat Negeri Tial.

Menurut Santoso, setelah menerima laporan polisi tersebut pihaknya selanjutnya akan menyerahkan dokumen tersebut untuk diperiksa oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Kabupaten Maluku Tengah.

“Iya benar, laporannya baru masuk. Dana Desa itu akan dikembalikan ke APIP. Kalau terbukti APIP suruh ganti, biasanya seperti itu,” tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!