Sekilas Info

LIMBAH MEDIS

Tahun Depan Maluku akan Dapat Alat Pengelola Limbah Medis dari Kementerian LHK

satumalukuID/Istimewa Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku, Roy C. Siauta.

satumalukuID- Provinsi Maluku bakal mendapatkan bantuan satu set alat pengelola atau daur ulang dan pemusnah limbah medis (incinerator) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

“Tahun depan kita dapat bantuan satu set incinerator dari Kementerian. Nanti kita (Pemerintah Provinsi) yang akan kelola sendiri," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku, Roy C. Siauta, di ruang kerjanya, Selasa kemarin (21/7/2020).

Menurutnya, selain satu set alat incinerator, Kementerian KLH juga akan memberikan pelatihan bagi tenaga kerja tentang pengoperasian dan pengelolaan alat tersebut.

“Pak Gubernur sangat mendukung dan sangat setuju dengan kabar baik ini,” terangnya.

Pihaknya, lanjut dia, juga akan menyiapkan lahan untuk tempat pengoperasian alat itu. Dia mengaku ada dua tempat yang dilirik. Pertama jalan masuk kawasan Batu Gong dan kedua di Lembah Argo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

“Setelah koordinasi dengan Aset (BPKAD) kemarin, mereka sampaikan dua lokasi. Mereka ini yang tahu batas-batas. Di Batu Gong dan di Lembah Argo, bagian gunung. Dari dua lokasi ini, kita lebih merasa yang lebih layak itu di Lembah Argo, karena kalau di Batu Gong dekat pemukiman," katanya.

Roy menjelaskan, lokasi pengelolaan dan pemusnahan limbah medis minimal 1,5 sampai dengan 5 hektar. Pastinya juga lokasi tersebut harus memiliki dokumen lingkungan.

“Jadi UPL (Upaya Pemantauan Lingkungan) saja, tidak bikin Amdal,” jelasnya.

Bantuan alat pengelolaan limbah medis tersebut, tambah Roy akan memberikan dampak terhadap pendapatan daerah. Sehingga diharapkan, awal tahun depan bisa terealisasi.

“Karena kan rumah sakit harus bayar (untuk) penanganan sampah, sehingga bisa memberikan PAD," pungkasnya.

Baca Juga

error: Content is protected !!